Tradisi penggantungan ari-ari di bawah pohon bukak di Desa Bayung Gede, Bali, merupakan bentuk kearifan lokal yang mengandung nilai filosofis, spiritual, dan ekologis. Penelitian ini bertujuan mengungkap makna filosofis kepercayaan masyarakat terhadap pohon bukak sebagai simbol pelindung dan bagian dari proses spiritual dalam menyambut kelahiran bayi. Dengan pendekatan kualitatif fenomenologis, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pohon bukak diyakini memiliki kekuatan magis dan simbol keibuan yang merawat ari-ari sebagai saudara spiritual bayi. Prosesi ritual seperti penggunaan tangan kanan dan penghentian saat menuju setra ari-ari memiliki makna simbolik yang mencerminkan harapan terhadap karakter anak di masa depan. Tradisi ini juga menegaskan hubungan erat antara manusia dan alam, serta menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Bayung Gede. Namun, tradisi ini menghadapi tantangan akibat pengaruh modernisasi dan perubahan cara pandang generasi muda yang mulai menyerap relevansi dan nilai higienitasnya. Oleh karena itu, pemaknaan kembali terhadap filosofi tradisi ini diperlukan agar warisan budaya ini tetap hidup dan dipahami secara kontekstual oleh generasi penerus.
Copyrights © 2025