Tujuan Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penghambat dominan Wajib Pajak Orang Pribadi dalam pelaporan SPT Tahunan secara online (e-filing/e-form) serta mengevaluasi peran relawan pajak sebagai mekanisme penghubung (bridging) literasi digital perpajakan di KPP Pratama Singaraja. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi pustaka, dokumentasi, dan wawancara terhadap 50 Wajib Pajak Orang Pribadi yang datang ke KPP Pratama Singaraja untuk asistensi pelaporan, serta triangulasi informasi dari relawan pajak dan petugas KPP. Hambatan utama mencakup rendahnya literasi teknologi (khususnya kelompok lanjut usia/pensiunan), kesulitan memahami istilah/bahasa pajak pada aplikasi, kekhawatiran salah input dan konsekuensi denda, serta terbatasnya sosialisasi pada sebagian pekerja sektor swasta. Relawan pajak membantu mempercepat proses pelaporan dan meningkatkan rasa mampu (perceived control) dalam penggunaan sistem. DJP perlu memperkuat penyederhanaan bahasa pada antarmuka pelaporan, memperluas sosialisasi berbasis tempat kerja, dan mengoptimalkan program relawan pajak sebagai strategi literasi digital perpajakan.
Copyrights © 2026