Penulisan Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui koordinasi yang dilakukan oleh pihak Seksi Konservasi Wilayah III dalam upaya pelestarian Cagar Alam Raya Pasi. Permasalahan dalam penelitian ini adalah Kurangnya komitmen dari pihak Seksi Konservasi Wilayah III Kota Singkawang yang terlihat dari belum maksimalnya penanganan terhadap perburuan satwa dan pengelolaan fasilitas didalam kawasan. Dalam penyusunan skripsi ini peneliti menggunakan teori Koordinasi. Menurut Handayaningrat terdapat beberapa indiktor dalam proses koordinasi, indikator tersebut yaitu: Komunikasi, Kesadaran pentingnya koordinasi, Kompetensi partisipan, Kesepakatan, komitmen dan insentif koordinasi, serta Kontinuitas pencanaan. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif. Hasi penelitian menunjukkan bahwa pihak Seksi Konservasi Wilayah III Kota Singkawang dan Pemerintah Daerah Kota Singkawang telah melakukan koordinasi dengan baik namun masih belum optimal yang dapat dilihat dari kurangnya komitmen dari pihak Seksi Konservasi Wilayah III dalam penanganan kasus perburuan satwa, kurangnya perawatan terhadap fasilitas yang ada dikawasan Cagar Alam serta kurangnya partisipasi pemerintah dalam upaya pelestarian cagar alam Raya Pasi. berdasarkan hal tersebut perlu adanya peningkatan koordinasi dari pihak yang terlibat dalam upaya pelestarian Cagar Alam Raya Pasi, khususnya Seksi Konservasi Wilayah III dan Pemerintah Daerah Kota Singkawang.Kata Kunci: Koordinasi, Cagar Alam Raya Pasi, Optimal.
Copyrights © 2023