Sukamto, Sukamto
Universitas Tanjungpura

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PELAYANAN KEPENDUDUKAN AKTA KELAHIRAN ISTIMEWA PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA PONTIANAK YUPITA, YUPITA; Sukamto, Sukamto; Rahim, Abdul
GOVERNANCE, Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 12, No 4 (2023): GOVERNANCE, EDISI DESEMBER 2023
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/gov.v12i4.4267

Abstract

Judul skripsi ini diangkat berdasarkan permasalahan mengenai pelaksanaan pelayanan dokumen kependudukan, khususnya mengenai pelayanan pencatatan dan penerbitan akta kelahiran istimewa di Kota Pontianak, ternyata relatif besar yang mengurus akta kelahiran istimewa, hal tersebut terlihat dari bulan Januari sampai bulan Desember 2021. Hal ini dapat dilihat dari masih banyaknya masyarakat yang membuat akta kelahiran istimewa di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pontianak. Subjek penelitian adalah Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pontianak, Kepala Bidang Pencatatan Sipil, Kepala Seksi Kelahiran dan Kematian, Petugas Pelayanan Akta Kelahiran Istimewa, Masyarakat yang mengurus akta kelahiran istimewa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelayanan Akta Kelahiran Istimewa, terlihat masih belum sesuai dengan harapan masyarakat. Hal tersebut di sebabkan oleh beberapa indikasi diantaranya: 1) Realibiliti pelayanan masih sangat jauh dari yang diharapkan. Fenomena pemberian pelayanan ini terlihat, seperti tindakan aparat yang lebih mengharapkan balas jasa, 2)iresponsivitas pelayanan dapat dinilai masih rendah, karena lemahnya penerapan kode etik aparat dalam pelayanan, sehingga berindikasi adanya tindakan-tindakan yang menyimpang, 3)IEmpati petugas dalam memberikan pelayanan masih jauh dari harapan. Hal ini, menunjukkan aparat birokrasi kurang mampu mewujudkan misi organisasi dari aturan yang ditetapkan dalam pemberian pelayanan kepada publik..Kata kunci: Pelayanan, Akta Kelahiran Istimewa. 
ANALISIS PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA MUSYAWARAH DESA DI DESA NANGA TIKAN KECAMATANBELIMBING HULU KABUPATEN MELAWI CLARISA, YURIKE; Sukamto, Sukamto; Rohilie, Haunan Fachry
GOVERNANCE, Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 13, No 2 (2024): GOVERNANCE, EDISI JUNI 2024
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/gov.v13i2.4297

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan pada musyawarah desa di Desa Nanga Tikan Kecamatan Belimbing Hulu Kabupaten Melawi. Pengambilan keputusan merupakan suatu pemilihan alternatif terbaik dari beberapa alternatif secara sistematis untuk ditindaklanjuti sebagai suatu cara pemecahan masalah. Payung hukum pengambilan keputusan diatur dalam UU RI Nomor 30 Tahun 2014 BAB IV Tentang Hak dan Kewajiban Pejabat Pemerintahan Pasal 6 menyebutkan Pejabat Pemerintahan memiliki hak untuk menggunakan kewenangan dalam mengambil keputusan . Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yaitu wawancara dan dokumentasi. Pada teknik  keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Adapun hasil penelitian berdasarkan ketiga indikator partisipasi menurut (Marshall,2006) yaitu adanya forum untuk menampung partisipasi masyarakat, kemampuan masyarakat terlibat dalam proses, dan adanya akses bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat. Dari hasil  penelitian disimpulkan bahwa partisipasi masyarakat belum optimal karena  kurangnya kesadaran dari masyarakat untuk berpartisipasi, kurangnya kemampuan masyarakat dalam memberikan sumbangan pemikiran dalam musyawarah desa, karena masyarakat tahu apa yang dibutuhkan dalam upaya mewujudkan pembangunan didesa , masyarakat yang hadir cenderung pasif, adanya akses yang disediakan oleh pemerintah desa tidak digunakan dengan optimal dan kurang keterbukaan informasi dari pemerintah desa membuat sebagian dari masyarakat tidak mengetahui kapan dilaksanakan musyawarah desa. Kata Kunci: Partisipasi Masyarakat, Pengambilan Keputusan, Musyawarah Desa  
KOORDINASI PEMERINTAH DESA DAN BADAN USAHA MILIK DESA DALAM RANGKA MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DESA NANGA SUHAID KABUPATEN KAPUAS HULU Fiomita, Hartati; Sukamto, Sukamto; Yuniarsih, Rulida
GOVERNANCE, Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 13, No 3 (2024): GOVERNANCE, EDISI SEPTEMBER 2024
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/gov.v13i3.4338

Abstract

Penulisan skripsi ini ditujukan untuk mengetahui bagaimana koordinasi antara Pemerintah Desa dan Badan Usaha Milik Desa dalam meningkatkan pendapatan asli desa Nanga Suhaid, Kabupaten Kapuas Hulu. Penelitian ini dilatar belakangi oleh belum adanya strategi pemasaran yang dibahas bersama oleh Pemerintah Desa Nanga Suhaid dan pengelola BumdesSuhaid Sejahtera yang membuat kegiatan pemasaran tidak terencana secara sistematis dan terukur, dan belum adanya evaluasi maupun bimbingan oleh Pemerintah Desa Nanga Suhaid terhadap masalah kerugian yang diterima oleh BumdesSuhaid Sejahtera sehingga membuat tidak adanya tindakan perbaikan atas penyelenggaraan usaha Bumdes yang tidak optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan analisa data secara kualitatif, serta menggunakan teori koordinasi menurut S.P. Hasibuan sebagai pisau utama dalam membedah masalah yang terdapat dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini mengindikasikan 4 poin utama, yaitu: 1) Kesatuan tindakan dalam koordinasi dapat disimpulkan berjalan dengan tidak optimal. Adapun hal ini terlihat dari sikap dari masing-masing yang tidak konsisten dalam menjalankan aturan yang telah dibuat bersama tersebut; 2) Komunikasi dalam koordinasi dapat disimpulkan berjalan dengan tidak optimal. Hal ini karena arus informasi guna menggerakkan partisipasi masing-masing dalam menjalankan program Bumdes tidak berjalan secara efektif dan optimal; 3) Pembagian kerja dalam koordinasi dapat disimpulkan berjalan dengan tidak optimal. Hal ini tergambar dari masih ditemukannya fenomena miskomunikasi dan miskonsepsi antara masing-masing pihak yang membuat antara desa dan pengelola Bumdes seolah berjalan sendiri-sendiri; dan 4) Disiplin dalam koordinasi dapat disimpulkan belum berjalan secara optimal. Hal ini dapat dilihat dari beberapa masalah, seperti ketidakselarasan tindakan, komunikasi yang kurang lancar antara masing-masing pihak, dan tidak disiplin dalam memberikan pelaporan terkait dengan progres kegiatan Bumdes. Kata Kunci:Koordinasi, Pemerintah Desa, Badan Usaha Milik Desa, Pendapatan Asli Desa.  
KOORDINASI BALAI KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM KALIMANTAN BARAT SEKSI KONSERVASI WILAYAH III DAN PEMERINTAH DAERAH KOTA SINGKAWANG DALAM PELESTARIAN CAGAR ALAM RAYA PASI KOTA SINGKAWANG YULIANA, FRANSISKA; Sukamto, Sukamto; Yuniarsih, Rulida
GOVERNANCE, Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 12, No 1 (2023): GOVERNANCE, EDISI MARET 2023
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/gov.v12i1.3460

Abstract

Penulisan Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui koordinasi yang dilakukan oleh pihak Seksi Konservasi Wilayah III dalam upaya pelestarian Cagar Alam Raya Pasi. Permasalahan dalam penelitian ini adalah Kurangnya komitmen dari pihak Seksi Konservasi Wilayah III Kota Singkawang yang terlihat dari belum maksimalnya penanganan terhadap perburuan satwa dan pengelolaan fasilitas didalam kawasan. Dalam penyusunan skripsi ini peneliti menggunakan teori Koordinasi. Menurut Handayaningrat terdapat beberapa indiktor dalam proses koordinasi, indikator tersebut yaitu: Komunikasi, Kesadaran pentingnya koordinasi, Kompetensi partisipan, Kesepakatan, komitmen dan insentif koordinasi, serta Kontinuitas pencanaan. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif. Hasi penelitian menunjukkan bahwa pihak Seksi Konservasi Wilayah III Kota Singkawang dan Pemerintah Daerah Kota Singkawang telah melakukan koordinasi dengan baik namun masih belum optimal yang dapat dilihat dari kurangnya komitmen dari pihak Seksi Konservasi Wilayah III dalam penanganan kasus perburuan satwa, kurangnya perawatan terhadap fasilitas yang ada dikawasan Cagar Alam serta kurangnya partisipasi pemerintah dalam upaya pelestarian cagar alam Raya Pasi. berdasarkan hal tersebut perlu adanya peningkatan koordinasi dari pihak yang terlibat dalam upaya pelestarian Cagar Alam Raya Pasi, khususnya Seksi Konservasi Wilayah III dan Pemerintah Daerah Kota Singkawang.Kata Kunci: Koordinasi, Cagar Alam Raya Pasi, Optimal.
GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA DESA DALAM PEMBANGUNAN FISIK DI DESA SUNGAI KUNYIT KECAMTAN SEKADAU HILIR KABUPATEN SEKADAU ENJELINA, GEMA; Sukamto, Sukamto; Nge, Herri Junius
GOVERNANCE, Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 13, No 3 (2024): GOVERNANCE, EDISI SEPTEMBER 2024
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/gov.v13i3.4331

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya kepemimpinan kepala desa dalam pembangunan fisik di desa sungai Kunyit Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau. Payung hukum dalam kepemimpinan kepala desa di atur dalam Undang – Undang  Nomor 6 Tahun 2014 Pasal 26 Tentang Desa yang mana Kepala Desa bertugas menyelenggarakan pemerintahan desa, melaksanakan pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan desa, dan pemberdayaan masyarakat desa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskritif. Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Pada Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Adapun yang menjadi hasil penelitian berdasarkan lima indikator gaya kepemimpinan menurut Kartono, yaitu kemampuan mengambil keputusan, kemampuan berkomunikasi, kemampuan memotivasi, kemampuan mengendalikan bawahan dan kemampuan mengendalikan emosional. Dari hasil penelitian ini di simpulkan bahwa gaya kepemimpianan kepala desa di Desa Sungai Kunyit Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau masih belum optimal karena beberapa faktor seperti, kurang dilibatnya masyarakat dalam pengambilan keputusan, sehingga menyebabkan tidak tepat sasaranya pembangunan desa, kurangnya sosialisasi pemerintah desa kepada masyarakat sehingga menyebabkan terjadinya miskomunkasi, kurangnya dorongan dan perhatian dari kepala desa kepada masyarakat, shingga menyebabkan kurangnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa.  Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan, Partisipasi Masyarakat, Pembangunan DesaÂ