Pesatnya laju urbanisasi di Kota Palopo berdampak pada penyempitan ruang terbuka hijau dan penurunan kualitas lingkungan di area pendidikan, termasuk di SDN 50 Bulu Datu yang menghadapi tantangan lahan tidur serta pengelolaan sampah yang belum terpadu. Program pengabdian masyarakat "Sekolah Hijau Produktif" ini bertujuan untuk mengoptimalisasi lahan sekolah guna menciptakan ekosistem yang sehat, asri, dan produktif, sekaligus meningkatkan kapasitas warga sekolah dalam mendukung kemandirian pangan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Learning (PAL) yang melibatkan komunitas sekolah dalam tiga tahapan utama: persiapan dan sosialisasi, pelaksanaan melalui pelatihan serta penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG), hingga pendampingan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan transformasi signifikan, dengan lonjakan drastis jumlah peserta yang memiliki pemahaman sangat tinggi dari satu orang menjadi 19 orang (36%) serta hilangnya angka ketidakpahaman hingga 0%. Implementasi TTG seperti hidroponik, aquaponik, dan tong komposter terbukti efektif mengoptimalisasi lahan terbatas dan menjadi media edukasi interaktif bagi siswa. Kesimpulannya, program ini berhasil membangun karakter kepedulian lingkungan, memberikan dampak nyata pada kesehatan lingkungan melalui pengolahan limbah, serta menciptakan nilai ekonomi sirkular dari hasil panen sayuran secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026