Pondok pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan yang memiliki peran strategis dalam membina, membentuk, dan mencetak generasi bangsa yang mampu bersaing di era modern seperti saat ini. Dalam dunia pesantren, kedudukan kitab kuning sangatlah strategis karena kitab kuning dijadikan sebagai buku pelajaran, rujukan, dan kurikulum dalam sistem pendidikan pesantren. Keberadaan kitab kuning juga memerlukan pengetahuan tentang sarana untuk mempelajarinya. Salah satunya adalah metode amtsilati yang digagas oleh KH Taufiqul Hakim, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Bangsri Jepara. Penelitian ini menjawab fokus penelitian tentang bagaimana implementasi dan capaian pembelajaran metode Amthilaty berdasarkan teori behavioristik di Pondok Pesantren Amtsilati Hidayatul Mubtadiin Kediri dan Pondok Pesantren Al-Irsyad Rembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitiannya adalah studi kasus. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara menelaah seluruh data kemudian ditarik kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran amtsilati di Pondok Pesantren Amtsilati Hidayatul Mubtadiin Kediri lebih cepat dibandingkan pembelajaran amtsilati di Pondok Pesantren Al Irsyad. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan sistem pendidikan dimana pada PPHM Amtsilati ditempuh selama satu tahun ajaran sedangkan pada PP Al Irsyad ditempuh selama empat tahun.
Copyrights © 2025