Manthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran Islam
Vol 8, No 2 (2024): NOVEMBER

Eksistensi Diri Perspektif Ibn Thufail dan Martin Heidegger

Melisa Mukaromah (UIN FAS Bengkulu)
Aan Supian (UIN FAS Bengkulu)
Rahmat Ramdhani (UIN FAS Bengkulu)
Ismail Ismail (UIN FAS Bengkulu)



Article Info

Publish Date
15 Apr 2025

Abstract

Abstract: existence, in this case the author focuses the research on the perspective of Ibn Thufail and Martin Heidegger. The research objectives are: (1) Examining the concept of self-existence in the thinking of Ibn Thufail and Martin Heidegger. (2) Describe and examine the factors that influenced the emergence of Ibn Thufail and Martin Heidegger's concept of self-existence. (3) Examining, analyzing and interpreting the implementation of Ibn Thufail and Martin Heidegger's thoughts about self-existence towards the meaning and purpose of human life. This research uses library research methods using a philosophical approach. The results of this research include: (1) The concept of self-existence in Ibn Thufail's view is the ability to think about his existence, how he can be in this world and have divine consciousness and unity with nature as a form of self-existence. Martin Heidegger stated that Dasein is self-existence. The meaning of Ada can have meaning only for those who question their own existence. Dasein is therefore Being-in-the-World, the existence-to-death as being towards an end and anxiety as Dasein's typical way of expression. (2) The emergence of Ibn Thufail's concept of self-existence was due to the wave of Hellenism that entered the Islamic world, while Hidegger, namely Dehumination or Depersonalization. (3) Ibn Thufail's thoughts on self-existence encourage humans to seek knowledge, find a balance between reason and revelation, increase self-awareness and live in harmony with nature. The implementation of Heidegger's thought involves a deep awareness of our position in the world, understanding the value of time and death, building sincere relationships with other people and remaining open to life's experiences. Keywords: Self-existence, Ibn Thufail, Martin Heidegger. Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pertanyaan tentang bagaimana manusia dapat menunjukkan eksistensi dirinya, dalam hal ini penulis memfokuskan penelitian pada perspektif Ibn Thufail dan Martin Heidegger. Adapun tujuan penelitiannya adalah: (1) Mengkaji konsep eksistensi diri dalam pemikiran Ibn Thufail dan Martin Heidegger. (2) Mendeskripsikan dan mengkaji faktor yang mempengaruhi munculnya pemikiran konsep eksitensi diri Ibn Thufail dan Martin Heidegger. (3) Menelaah, menganalisa serta memaknai implementasi pemikiran Ibn Thufail dan Martin Heidegger tentang eksitensi diri terhadap makna dan tujuan hidup manusia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan filosofis. Hasil penelitian ini meliputi: (1) Konsep eksistensi diri dalam pandangan Ibn Thufail adalah kemampuan dalam memikirkan keberadaanya, bagaimana ia bisa berada di dunia ini serta memiliki kesadaran ilahi serta kesatuan dengan alam sebagai wujud dari eksitensi diri. Martin Heidegger menyatakan bahwa Dasein sebagai eksistensi diri. Makna Ada bisa memiliki arti hanya bagi mereka yang mempertanyakan tentang keberadaannya sendiri. Karenanya Dasein merupakan Ada-di-dalam-Dunia, eksitensi keberadaan-untuk-kematian sebagai wujud menuju akhir dan kecemasan sebagai cara khas pengungkapan Dasein. (2) Munculnya konsep eksitensi diri Ibn Thufail dikarenkan gelombang Hellenisme yang masuk ke dunia Islam, Sedangkan Hidegger, Yaitu Dehuminasi atau Depersonalisasi. (3) Pemikiran Ibn Thufail tentang eksistensi diri mendorong manusia untuk mencari pengetahuan, menemukan keseimbangan antara akal dan wahyu, meningkatkan kesadaran diri dan hidup harmonis dengan alam. Adapun Implementasi pemikiran Heidegger melibatkan kesadaran mendalam tentang posisi kita di dunia, memahami nilai waktu dan kematian, membangun hubungan tulus dengan orang lain dan tetap terbuka terhadap pengalaman hidup. Kata kunci: Eksitensi diri, Ibn Thufail, Martin Heidegger.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

manthiq

Publisher

Subject

Religion Humanities Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Physics Social Sciences

Description

Manthiq: Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran Islam pernah mengalami kerusakan servers jurnal secara total (di hack), yang mengakibatkan semua artikel yang sudah dipublish mulai Vol.1 No.1 2019 s-d Edisi tahun 2023 hilang semua. Maka untuk menghindari kekosongan artikel, maka tim pengelola jurnal ...