Manthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran Islam
Vol 9, No 2 (2025): NOVEMBER

Analisis Konsep Jiwa Ibnu Sab’in Dalam Kitab Buddul-‘Arif

Muhammad Musa Amin (Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu)
Hery Noer Aly (Unknown)
Murkilim Murkilim (Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu)



Article Info

Publish Date
04 Nov 2025

Abstract

Abstract : This study aims to describe and analyze the concept of the soul in Ibn Sab’īn’s philosophical–mystical work Budd al-‘Ārif, to examine the factors shaping its philosophical construction, and to assess its relevance to contemporary issues. Employing a philosophicalhermeneutic approach, the research analyzes the primary Arabic texts Budd al-‘Ārif and al-Masā’il Saqāliyya, supported by secondary literature in Islamic philosophy and Sufism. Data analysis techniques include: (1) textual content and interpretive analysis, (2) comparative study with classical thinkers (e.g., Ibn Sīnā, al-Fārābī, and Ibn ‘Arabī), and (3) philosophical interpretation within ontological and epistemological frameworks. Findings reveal that Ibn Sab’īn conceives the soul (nafs) as a pure spiritual substance with its own ontological status, structured hierarchically into vegetal (nabātīyah), animal (hayawānīyah), rational (nāṭiqah), philosophical-wisdom (ḥikmīyah), and prophetic (nabawīyah) levels. Its ontological basis is rooted in the doctrine of the Absolute Unity (alWāḥidah al-Muṭlaqah), rendering his soul-concept an integral synthesis of metaphysical, epistemic, and existential dimensions. The primary influences are the Sufi-philosophical tradition and PeripateticNeoPlatonic heritage. Implications indicate that Ibn Sab’īn’s soul-concept offers an alternative framework for understanding human existence amid modern challenges—such as identity crises, spiritual voids, and science-religion dialogues—by emphasizing the absolute unity between the human soul and divine reality. Keywords: Ibn Sab’īn; soul concept; Budd al-‘Ārif; philosophical hermeneutics; metaphysics.Abstrak : Konsep jiwa (nafs) merupakan salah satu isu pokok dalam filsafat Islam klasik. Diskusi mengenai jiwa tidak hanya menjadi medan perdebatan antara para filsuf dan teolog, tetapi juga menjadi topik sentral dalam perkembangan tasawuf falsafi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis konsep jiwa menurut pemikiran Ibnu Sab’īn dalam karya Budd al-‘Ārif, mendalami faktorfaktor yang melahirkan konstruksi filosofisnya, serta menelaah relevansinya terhadap problematika kontemporer. Pendekatan hermeneutik-filosofis dipilih untuk menggali makna simbolik dan struktur logis teks, dengan sumber data primer berupa edisi Arab Budd al-‘Ārif karya Ibnu Sab’īn dan al-Masā’il Saqāliyya, serta sumber sekunder dari literatur filsafat dan tasawuf. Teknik analisis meliputi: (1) analisis isi dan interpretasi teks, (2) komparasi pemikiran dengan tokoh-tokoh klasik (seperti Ibn Sīnā, al-Fārābī, dan Ibn ‘Arabī), dan (3) interpretasi filosofis dalam kerangka ontologis dan epistemologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu Sab’īn memandang jiwa (nafs) sebagai substansi ruhāni murni yang berdiri sendiri, terstruktur dalam hierarki: nafs nabātīyah, hayawānīyah, nāṭiqah, ḥikmīyah, dan nabawīyah. Basis ontologisnya berakar pada doktrin al-Wāḥidah al-Muṭlaqah, sehingga konsepsi jiwanya bersifat integral, menggabungkan dimensi metafisik, epistemik, dan eksistensial. Faktor utama pembentukannya adalah tradisi tasawuf falsafī dan warisan pemikiran Peripatetik-NeoPlatonik. Implikasinya, konsep jiwa Ibnu Sab’īn memberikan kerangka alternatif untuk memahami eksistensi manusia dalam menghadapi tantangan modern, dan dialog sains-agama—karena menekankan kesatuan mutlak antara jiwa manusia dan realitas ilahi.Kata kunci: Ibn Sab’īn; konsep jiwa; Budd al-‘Ārif; hermeneutik

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

manthiq

Publisher

Subject

Religion Humanities Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Physics Social Sciences

Description

Manthiq: Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran Islam pernah mengalami kerusakan servers jurnal secara total (di hack), yang mengakibatkan semua artikel yang sudah dipublish mulai Vol.1 No.1 2019 s-d Edisi tahun 2023 hilang semua. Maka untuk menghindari kekosongan artikel, maka tim pengelola jurnal ...