Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sosiologi bisnis petani cengkeh di Desa Powalutan dengan menggunakan perspektif sosiologi ekonomi untuk memahami bagaimana praktik bisnis petani cengkeh tertanam dalam struktur sosial masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur yang menganalisis berbagai sumber akademik tentang sosiologi pertanian dan ekonomi pertanian, serta mengintegrasikan temuan empiris dari wawancara dengan petani cengkeh di lokasi penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis tematik dengan kerangka teoretis yang menggabungkan teori embeddedness Granovetter, teori modal sosial Bourdieu, dan konsep habitus untuk memahami dinamika sosial dalam praktik bisnis petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bisnis cengkeh dipandang sebagai investasi strategis yang tidak hanya didasarkan pada kalkulasi ekonomi rasional tetapi juga tertanam dalam jaringan sosial dan sistem nilai masyarakat. Strategi diversifikasi produk yang meliputi pemanfaatan tangkai cengkeh mencerminkan kemampuan petani mengoptimalkan modal sosial dan pengetahuan kolektif untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi. Faktor penentu keberhasilan bisnis cengkeh sangat terkait dengan habitus petani yang terbentuk melalui pembelajaran sosial dan pengalaman praktis dalam budidaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan bisnis cengkeh di Desa Powalutan tidak dapat dipisahkan dari modal sosial, struktur jaringan, dan praktik sosial budaya masyarakat setempat, yang mengkonfirmasi relevansi teori embeddedness dalam memahami fenomena ekonomi pertanian.
Copyrights © 2025