Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan anak putus sekolah di Desa Pusian, Kecamatan Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow. Studi ini memiliki signifikansi yang tinggi, mengingat pendidikan merupakan kebutuhan fundamental bagi kehidupan manusia, khususnya dalam konteks keluarga petani yang berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan hidup mereka. Penelitian dilaksanakan di Desa Pusian, suatu wilayah yang terletak di Kecamatan Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow. Studi ini mengkaji fenomena putus sekolah yang masih menjadi tantangan dalam sistem pendidikan nasional, dengan mempertimbangkan berbagai program pemerintah, seperti kejar paket dan sekolah terbuka, yang telah diimplementasikan sebagai upaya untuk mengurangi angka putus sekolah. Hasil penelitian menunjukkan beberapa faktor utama yang menjadi penyebab putus sekolah di Desa Pusian. Pertama, rendahnya motivasi orang tua terhadap pendidikan yang berdampak pada penurunan minat anak untuk bersekolah, terutama pada usia di atas 12 tahun atau setelah menyelesaikan pendidikan tingkat SMP. Kedua, meskipun terdapat bantuan dana pendidikan, pemanfaatan dana tersebut oleh orang tua belum optimal. Ketiga, faktor lingkungan dan kondisi ekonomi menjadi kendala signifikan yang mempengaruhi keberlangsungan pendidikan anak-anak di desa tersebut. Situasi ini menandakan bahwa permasalahan putus sekolah tidak hanya disebabkan oleh kurangnya perhatian dari orang tua, namun juga dipengaruhi oleh kompleksitas faktor sosial ekonomi yang ada di lingkungan mereka.