Pengobatan Kasighurambe dalam bahasa Muna merujuk pada kondisi salah urat yang umumnya terjadi pada bayi berusia 0–12 bulan dan balita usia 1–5 tahun. Kasighurambe biasanya disebabkan oleh bayi atau balita yang sering terjatuh, sehingga mengakibatkan gangguan urat. Gejala yang muncul pada anak yang mengalami Kasighurambe antara lain demam dan batuk, yang diyakini sebagai akibat darigangguan urat tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan tradisi pengobatan Kasighurambe serta menjelaskanmakna mantra yang terkandung di dalamnya pada masyarakat Suku Muna di Desa Lailangga, Kecamatan Wadaga, Kabupaten Muna Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi pengobatan Kasighurambe memiliki tahapan-tahapan tertentu, antara lain penentuan waktu dan tempat pelaksanaan, serta keterlibatan pihak-pihak tertentu dalam proses pengobatan. Proses pelaksanaan pengobatan dimulai dengan tahapan diagnosis penyakit oleh dukun, kemudian dilanjutkan dengan tahappengobatan. Langkah awal dalam proses ini adalah mempersiapkan minyak gosok, yang kemudian dituangkan dan dioleskan oleh dukun ke seluruh tubuh bayi sambil membacakan mantra. Setelah itu, dukun akan melakukan pengurutan pada kaki kiri dan kanan secara berulang, dilanjutkan dengan mengurut seluruh tubuh untuk mencari bagian urat yang dianggap sakit. Sebagai penutup, dukun membacakan mantra ke dalam air minum yang kemudian diberikan kepada bayi untuk diminum. Dalam proses ini, mantra yang digunakan memiliki makna tersendiri yang menjadi bagian penting dari tradisi pengobatan Kasighurambe.
Copyrights © 2025