Abstrak Bullying merupakan bentuk kekerasan yang disengaja oleh pelaku pada korbannya, membuat korban merasa tidak aman, tidak berharga, dan tidak memiliki kekuatan untuk mengubah situasi. Bullying adalah sebuah pengalaman yang sangat menyakitkan dan dapat meninggalkan bekas luka emosional yang dalam. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kemampuan interaksi sosial dengan bullying pada remaja. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif korelasional. Dengan jumlah responden sebesar 130 responden. Penentuan sampling menggunakan teknik Snowball Sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala kemampuan interaksi sosial (α= 0, 988) dan skala bullying (α= 0,993 ). Teknik analisa data menggunakan teknik regresi linear sederhana. Hasil uji regresi linear sederhana diperoleh hasil 0,000<0,05 menunjukkan bahwa hasil terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan interaksi sosial dengan bullying, dengan arah hubungan negatif, yang berarti bahwa semakin tinggi kemampuan interaksi sosial maka semakin rendah bullying yang diterima, sebaliknya jika semakin rendah kemampuan interaksi sosial maka semakin tinggi bullying yang diterima. Kata kunci: bullying, kemampuan interaksi sosial , remaja
Copyrights © 2025