Ketapang (Terminalia catappa L.) merupakan tanaman yang tumbuh subur di wilayah tropis seperti Indonesia. Keberadaan tanaman ini sudah tak asing ditemukan dan dimanfaatkan sebagai penstabil pH dan mencegah jamur dan bakteri untuk tumbuh. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa daun Ketapang mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, fenol, dan terpenoid. Selain itu, daun ketapang juga ditemukan memiliki aktivitas antidepresan, antiheliobacter pylori dan antiulcer, antioksidan, antibakteri, antifungi, anticandidal, antidiare dan antipiretik, antitumor dan antihepatitis pada beberapa wilayah. Aktivitas antioksidan diuji dengan melihat nilai IC50 dari ekstrak daun ketapang. Metode yang digunakan yaitu metode remaserasi sebanyak 3 kali dengan pelarut n-heksan, etil asetat, dan etanol 70%. Hasil ekstrak yang diperoleh akan diuji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH kemudian dilakukan skrining fitokimia untuk mengetahui secara kualitatif senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada ekstrak daun ketapang.
Copyrights © 2024