Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Basic Level Futsal Referee Training at AFK Pontianak, West Kalimantan Putra Sastaman B; Y. Touvan Juni Samodra; Maharani Fatima Gandasari; Ghana Firsta Yosika; Isti dwi puspita wati; Eka Supriatna; Uray Gustian; Rubiyatno; Rahmat Putra Perdana; Robby Najini
GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/gandrung.v4i1.2411

Abstract

The need for futsal referees in Pontianak is exceptionally high. Futsal activities as a competitive sport require reliable referees, while the number of licensed referees is still limited. Some referees can carry out referee upgrading but find it difficult to carry out activities on their own. This service activity takes the opportunity that the sports coaching education program has a lot of human resources and good cooperative bureaucratic abilities. The collaboration between the study program, the Pontianak futsal association, and the province gave birth to district-level futsal referee upgrading activities. Activities such as event management are carried out by academics consisting of lecturers and students. Activity filters are Referees with licenses as trainers sent by the Provincial futsal association and users. In this case, the Pontianak city futsal association is ready to accommodate and use the results of the activities has been implemented. The result turned out that all the 30 participants who followed were declared passed.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PENETAPAN KADAR FENOLIK TOTAL DARI EKSTRAK DAUN KETAPANG (Terminalia catappa L.) Sri Wahdaningsih; Robby Najini
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 3 No. 1 (2024): JURNAL FARMASI IKIFA VOL.3 NO.1 APRIL TAHUN 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketapang (Terminalia catappa L.) merupakan tanaman yang tumbuh subur di wilayah tropis seperti Indonesia. Keberadaan tanaman ini sudah tak asing ditemukan dan dimanfaatkan sebagai penstabil pH dan mencegah jamur dan bakteri untuk tumbuh. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa daun Ketapang mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, fenol, dan terpenoid. Selain itu, daun ketapang juga ditemukan memiliki aktivitas antidepresan, antiheliobacter pylori dan antiulcer, antioksidan, antibakteri, antifungi, anticandidal, antidiare dan antipiretik, antitumor dan antihepatitis pada beberapa wilayah. Aktivitas antioksidan diuji dengan melihat nilai IC50 dari ekstrak daun ketapang. Metode yang digunakan yaitu metode remaserasi sebanyak 3 kali dengan pelarut n-heksan, etil asetat, dan etanol 70%. Hasil ekstrak yang diperoleh akan diuji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH kemudian dilakukan skrining fitokimia untuk mengetahui secara kualitatif senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada ekstrak daun ketapang.
Edukasi pemanfaatan tanaman obat tradisional dalam rangka self-medication Shoma Rizkifani; Sri Wahdaningsih; Robby Najini; Meri Ropiqa; Alifa Rapaella Fadia Tito Putri; Ayu Aulia Uly Fahmi; Samuel Crishanzen Chang
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i1.28929

Abstract

AbstrakSelf-medication atau pengobatan mandiri merupakan praktik umum di kalangan pelajar, namun pemanfaatan obat tradisional masih terbatas akibat kurangnya edukasi terkait manfaat dan penggunaannya. Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas dan pengetahuan tradisional yang melimpah, yang berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber obat tradisional. Meskipun regulasi terkait obat tradisional di Indonesia sudah baik, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas dan keamanan penggunaannya dalam pengobatan mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMK Kesehatan mengenai manfaat, jenis, dan penggunaan tanaman obat tradisional dalam praktik self-medication. Metode yang digunakan meliputi pre-test, edukasi melalui presentasi, video, flyer, diskusi, dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa. Hasil pre-test menunjukkan distribusi nilai dengan skor tertinggi 90 dan terendah 50, sedangkan hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan dengan skor tertinggi mencapai 100. Rata-rata skor pre-test adalah 70,4 dan rata-rata skor post-test meningkat menjadi 96,8; mencerminkan peningkatan pengetahuan sebesar 27,4%. Evaluasi kegiatan menunjukkan kepuasan tinggi dari peserta terkait metode penyampaian dan relevansi materi. Hasil menunjukkan bahwa edukasi tentang tanaman obat tradisional efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa dan diharapkan dapat mendorong praktik self-medication yang bijak dan bertanggung jawab di kalangan siswa SMK Kesehatan. Kata kunci: pengobatan mandiri; obat tradisional; edukasi; pelajar; SMK AbstractSelf-medication is a common practice among students, but the utilization of traditional medicine is still limited due to lack of education regarding its benefits and uses. Indonesia has an abundance of biodiversity and traditional knowledge, which has great potential to be developed as a source of traditional medicine. Although regulations related to traditional medicine in Indonesia are good, further research is needed to ensure the effectiveness and safety of its use in self-medication. This study aims to improve the knowledge of vocational health students regarding the benefits, types, and uses of traditional medicinal plants in self-medication practices. The methods used include pre-test, education through presentations, videos, flyers, discussions, and post-test to measure the improvement of students' understanding. The pre-test results showed a distribution of values with the highest score of 90 and the lowest score of 50, while the post-test results showed significant improvement with the highest score reaching 100. The average pre-test score was 70.4 and the average post-test score increased to 96.8, reflecting a 27.4% increase in knowledge. Evaluation of the activity showed high satisfaction from participants regarding the delivery method and relevance of the material. The results show that education about traditional medicinal plants is effective in improving students' knowledge and is expected to encourage wise and responsible self-medication practices among vocational health students. Keywords: self-medication; traditional medicine; education; students; vocational schools