JIFTK (Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan)
Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.2 No.2 2024

Gambaran Kesesuaian Penyimpanan Obat Berdasarkan Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek X Bekasi

Guruh Subagya (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA)
Dessy Adelia Pramesty (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA)
Rahmat Widiyanto (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA)



Article Info

Publish Date
30 May 2024

Abstract

Sistem penyimpanan obat yang tidak sesuai dapat menyebabkan obat cepat rusak dan kedaluwarsa serta membuat obat tidak tertata dengan baik sehingga menyulitkan petugas untuk mengevaluasi berapa jumlah persediaan obat dan bagaimana pergerakan obat. Penyimpanan obat yang baik di Apotek diatur dalam Permenkes RI nomor 73 tahun 2016 tentang standar pelayanan kefarmasian di Apotek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kesesuaian penyimpanan obat berdasarkan standar pelayanan kefarmasian di Apotek X Bekasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, sampel pada penelitian ini adalah seluruh obat yang ada di Apotek X Bekasi yang berjumlah 1714 item obat. Pada penelitian ini data diperoleh dari hasil observasi dengan mencatat setiap ketidaksesuaian terhadap penyimpanan obat yang terjadi di lembar observasi, setelah itu melakukan perhitungan jumlah obat yang sesuai dan tidak sesuai, lalu hasil perhitungan di persentasekan. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukan hasil persentase kesesuaian penyimpanan obat berdasarkan suhu (99,82%), wadah asli (100%), alfabetis (100%), penyimpanan obat tidak digunakan untuk penyimpanan barang lain ( (99,29%), bentuk sediaan (100%), kelas terapi (100%), FEFO (First Expired First Out) (97.60%), dan penyimpanan dengan kartu stok (44%). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan cara penyimpanan obat di apotek X Bekasi sudah baik, tetapi masih perlu diperbaiki, untuk petugas farmasi harus memperhatikan suhu penyimpanan obat yang baru datang agar obat tersimpan pada suhu yang sesuai, tidak menyimpan makanan di dalam kulkas bersama dengan obat untuk menghindari obat terkontaminasi oleh makanan, tidak terburu-buru dalam menyimpan obat agar memperhatikan penyimpanan obat secara FEFO, dan petugas farmasi diharapkan mencatat keluar masuknya obat di kartu stok tanpa terkecuali agar mempermudah pengendalian stok obat di apotek.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

journals

Publisher

Subject

Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Organisasi Farmasi, Kedokteran, Kimia Organik Sintetis, Kimia Organik Bahan Alami, Biokimia, Analisis Kimia, Kimia Fisik, Biologi, Mikrobiologi, Kultur Jaringan, Botani dan hewan yang terkait dengan produk farmasi, Keperawatan, Kebidanan, Analis Kesehatan, Nutrisi dan Kesehatan ...