Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis (OAT) pada Pasien TB Paru Marta Halim; Vonny Nofrika; Rahmat Widiyanto; Dwi Puspitasari
Majalah Farmaseutik Vol 19, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v19i1.81858

Abstract

Menurut WHO, Global Tuberculosis Report tahun 2016, Indonesia merupakan Negara dengan jumlah kasus baru terbanyak kedua didunia setelah India, dengan angka kematian diperkirakan sebanyak 1,4 juta. Ketidakpatuhan penderita TB paru dalam minum OAT menyebabkan angka kesembuhan penderita rendah, angka kematian tinggi dan resiko kekambuhan meningkat. Pengetahuan mengenai TB paru sangatlah penting guna menyadarkan pasien agar patuh minum obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum OAT pada pasien TB paru di RS Budi Lestari Bekasi periode April 2019. Penelitian ini merupakan penelitian non- eksperimental secara analitik korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Pengambilan sampel dilakukan di RS Budi Lestari menggunakan total sampling dengan 60 responden. Tingkat pengetahuan dan kepatuhan pasien diukur menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan dan Morysky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman dengan tingkat kemaknaan sebesar 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden mempunyai pengetahuan baik 51,70%, cukup 48,30%, dan kurangĀ  0%. Tingkat kepatuhan minum OAT tinggi 43,33%, sedang 48,33%, dan rendah 8,33%. Analisis hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum OAT menunjukkan Sign(2-tailed) 0,001 < 0,05 dengan nilai korelasi (r) 0,423. Kesimpulan penelitian ini adalah pasien TB paru di RS Budi Lestari Bekasi mayoritas memiliki pengetahuan yang baik dan kepatuhan minum OAT yang sedang. Adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum OAT di RS Budi Lestari Bekasi, dengan tingkat korelasi cukup dan searah.
BPJS PATIENT SATISFACTION WITH BPJS REFERRAL SERVICES AT KIMIA FARMA PHARMACY 591 ZAMRUD EAST BEKASI Rahmat Widiyanto; M. Fathan Nugrah Utama; Niko Prasetya; Erni Hernawati
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v7i2.3001

Abstract

Background: Pharmaceutical services have undergone changes, that was initially focused on drug management (drug-oriented) to comprehensive services that include medication management and clinical pharmacy services aimed at improving patients' quality of life. As one of the flagship programs to improve the quality of services for BPJS Health participants and facilitate access to healthcare for patients with stable chronic conditions who still require long-term medication or nursing care, the implementation of the Back Referral Program (PRB) has been optimized. This study aims to determine the satisfaction level of BPJS participants with the BPJS back referral service at Kimia Farma Pharmacy 591 Zamrud, as assessed through five dimensions: reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangibles. Method: This study employed a non-experimental method with a quantitative descriptive design. The sample consisted of 143 respondents selected using purposive sampling. The research instrument was a questionnaire that had been validated and tested for reliability. Results: The results of the study indicate that the dimensions of reliability, responsiveness, empathy, and tangibles obtained fairly good average scores, ranging from 3.97 to 3.98, while the assurance dimension showed the lowest score, at 3.20. The assessment of the five dimensions of respondent satisfaction was mostly at the satisfied level, with 117 respondents (81.82%), followed by very satisfied with 15 respondents (10.49%), fairly satisfied with 11 respondents (7.69%), and none who stated they were dissatisfied or very dissatisfied. Conclusion: Based on the research results, it can be concluded that BPJS back referred patients are satisfied with the services at Kimia Farma Pharmacy 591 Zamrud Bekasi Timur.
PENYULUHAN KEPADA MASYARAKAT TERKAIT PENYIMPANAN SUPLEMEN DI WILAYAH KELURAHAN DUREN SAWIT Rahmat Widiyanto; Doni Iswandani; Farida Tuahuns; Muthia Rachma Wulandari
Jurnal Pengabdian IKIFA Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian IKIFA
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The COVID-19 pandemic that occurred several years ago caused changes in lifestyle and supplement consumption patterns by the public. This increase in consumption patterns causes the need for awareness regarding supplement storage so that the quality of supplements is maintained. This Community Service (PkM) activity was carried out for 85 community members in the Duren Sawit Village area. The aim of this PkM activity is to increase public knowledge regarding storing supplements properly and correctly through administering pretest and posttest questionnaires. The success of the PkM program is measured through an increase in the posttest questionnaire score. Keywords: Covid-19, Storing supplements, Questionnaire
PENYULUHAN KEPADA MASYARAKAT DI WILAYAH RW 04 KELURAHAN KLENDER JAKARTA TIMUR TERKAIT PENCEGAHAN KOMPLIKASI DIABETES MELITUS Rahmat Widiyanto; Gilang Al Qarana
Jurnal Pengabdian IKIFA Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian IKIFA
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is often referred to as the silent killer because sometimes the symptoms of this disease are not realized by the sufferer. This results in the treatment often being carried out by sufferers quite late. In fact, it is not uncommon for sufferers to only treat DM after complications occur. Adequate knowledge and awareness from the community are needed to avoid DM (for non-sufferers) and minimize DM complications (for sufferers). This is the aim of the Community Service (PkM) activities of the IKIFA lecturer team in RW 03, Klender Village, East Jakarta. The PkM activity took place on Thursday, July 11, 2024, with a theme related to Counseling regarding the Prevention of DM Complications, which was attended by 57 respondents. The counseling method using Power Points is used in this PkM activity. During the discussion process between the lecturer team and respondents, it appeared that respondents were quite active in discussing and asking questions. So, it can be concluded that the PkM activities were successful in accordance with the initial objectives to be achieved.
Gambaran Kesesuaian Penyimpanan Obat Berdasarkan Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek X Bekasi Guruh Subagya; Dessy Adelia Pramesty; Rahmat Widiyanto
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.2 No.2 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem penyimpanan obat yang tidak sesuai dapat menyebabkan obat cepat rusak dan kedaluwarsa serta membuat obat tidak tertata dengan baik sehingga menyulitkan petugas untuk mengevaluasi berapa jumlah persediaan obat dan bagaimana pergerakan obat. Penyimpanan obat yang baik di Apotek diatur dalam Permenkes RI nomor 73 tahun 2016 tentang standar pelayanan kefarmasian di Apotek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kesesuaian penyimpanan obat berdasarkan standar pelayanan kefarmasian di Apotek X Bekasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, sampel pada penelitian ini adalah seluruh obat yang ada di Apotek X Bekasi yang berjumlah 1714 item obat. Pada penelitian ini data diperoleh dari hasil observasi dengan mencatat setiap ketidaksesuaian terhadap penyimpanan obat yang terjadi di lembar observasi, setelah itu melakukan perhitungan jumlah obat yang sesuai dan tidak sesuai, lalu hasil perhitungan di persentasekan. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukan hasil persentase kesesuaian penyimpanan obat berdasarkan suhu (99,82%), wadah asli (100%), alfabetis (100%), penyimpanan obat tidak digunakan untuk penyimpanan barang lain ( (99,29%), bentuk sediaan (100%), kelas terapi (100%), FEFO (First Expired First Out) (97.60%), dan penyimpanan dengan kartu stok (44%). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan cara penyimpanan obat di apotek X Bekasi sudah baik, tetapi masih perlu diperbaiki, untuk petugas farmasi harus memperhatikan suhu penyimpanan obat yang baru datang agar obat tersimpan pada suhu yang sesuai, tidak menyimpan makanan di dalam kulkas bersama dengan obat untuk menghindari obat terkontaminasi oleh makanan, tidak terburu-buru dalam menyimpan obat agar memperhatikan penyimpanan obat secara FEFO, dan petugas farmasi diharapkan mencatat keluar masuknya obat di kartu stok tanpa terkecuali agar mempermudah pengendalian stok obat di apotek.