Penelitian ini mengkaji strategi Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis nilai-nilai profetik sebagai upaya mengatasi kemerosotan moral remaja di era digital. Erosi moralitas, yang tercermin dalam penyimpangan perilaku, interaksi yang tidak sehat dengan media sosial, dan melemahnya identitas diri, membutuhkan pendekatan pendidikan yang lebih holistik dan berpusat pada nilai. Dengan menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini mengeksplorasi realitas sosial yang dialami remaja dan mengidentifikasi peran pendidikan profetik dalam membentuk karakter moral. Temuan penelitian menunjukkan bahwa model profetik yang berlandaskan prinsip-prinsip humanisasi, liberasi, dan transendensi dapat diimplementasikan secara efektif melalui penguatan kurikulum PAI, metode pembelajaran yang dialogis dan reflektif, keteladanan guru, pembiasaan beragama, dan pemanfaatan teknologi digital yang bertanggung jawab. Pendidikan profetik terbukti memberikan landasan yang kuat untuk menumbuhkan akhlak mulia, meningkatkan ketahanan moral, meningkatkan literasi digital, dan membimbing remaja untuk menghadapi tantangan era digital dengan penuh kebijaksanaan dan tanggung jawab, sehingga akan tercapai bentuk pendidikan yang tepat. Kata Kunci: pendidikan kenabian, krisis moral, Pendidikan Agama Islam, era digital. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengkaji strategi Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis nilai-nilai profetik sebagai upaya mengatasi krisis moral remaja di era digital. Degradasi moral yang tampak melalui perilaku menyimpang, penggunaan media sosial yang tidak sehat, serta melemahnya jati diri menuntut adanya pendekatan pendidikan yang lebih menyeluruh dan berkarakter. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan model studi kasus untuk menelusuri realitas sosial yang dialami remaja serta mengungkap kontribusi pendidikan profesional dalam pembinaan akhlak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model profetik yang berlandaskan prinsip humanisasi, liberasi, dan transendensi efektif diterapkan melalui penguatan kurikulum PAI, metode pembelajaran dialogis dan reflektif, keteladanan pendidik, pembiasaan ibadah, serta penggunaan teknologi secara bertanggung jawab. Pendidikan profesional terbukti memberikan fondasi penting dalam membangun akhlak terpuji, meningkatkan ketahanan moral, memperkuat literasi digital, dan membimbing remaja agar mampu beradaptasi terhadap dinamika era digital dengan lebih arif dan bijak, dengan begitu akn tercapai Pendidikan yang sesuai. .
Copyrights © 2025