Al-Qur’an sebagai sumber utama ajaran Islam memerlukan pendekatan penafsiran yang komprehensif dan bertanggung jawab agar kandungan maknanya dapat dipahami secara tepat. Salah satu karya monumental dalam tradisi tafsir klasik adalah Jāmi‘ al-Bayān fī Ta’wīl al-Qur’ān karya Ibnu Jarir Ath-Thabari yang memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan ilmu tafsir. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji latar belakang penulisan, karakteristik metodologi, serta corak penafsiran yang digunakan Ath-Thabari dalam karyanya tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dengan menelaah kitab utama dan literatur pendukung terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir Ath-Thabari merupakan jenis tafsīr bi al-ma’tsūr yang bertumpu pada Al-Qur’an, hadis, serta riwayat sahabat dan tabi’in, namun tetap didukung oleh analisis rasional dalam menentukan pendapat yang paling kuat. Tafsir ini tidak hanya berkontribusi besar bagi perkembangan tafsir klasik, tetapi juga menjadi rujukan penting bagi kajian tafsir kontemporer. Implikasi kajian ini menegaskan bahwa penafsiran Al-Qur’an memerlukan ketelitian ilmiah, akurasi metodologis, dan tanggung jawab akademik agar pesan Al-Qur’an dapat dipahami secara benar.
Copyrights © 2025