Urgensi penelitian adalah untuk memahami strategi pemberdayaan perempuan dalam masyarakat Islam melalui pendekatan wacana kritis, khususnya dengan mengkaji pemikiran Fatima Mernissi dalam bukunya Beyond The Veil. Fatima Mernissi, seorang pemikir dan akademisi terkemuka dalam studi gender dan Islam, menawarkan perspektif yang kritis dan inovatif terhadap posisi perempuan dalam masyarakat Islam tradisional. Penelitian ini mengadopsi metode analisis wacana kritis untuk menilai bagaimana Mernissi menyusun argumen dan strategi pemberdayaannya, serta dampak dari pemikirannya terhadap perubahan sosial dalam konteks Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menganalisis teks Beyond The Veil secara mendalam. Fokus utama adalah pada pemahaman Mernissi tentang batasan-batasan sosial yang dihadapi perempuan Muslim dan strategi yang dia usulkan untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa Mernissi menekankan pentingnya reinterpretasi teks-teks agama, pendidikan, dan keterlibatan aktif perempuan dalam kehidupan publik sebagai kunci untuk pemberdayaan. Dia mengkritik struktur patriarki yang menghambat partisipasi perempuan dan mendorong pembentukan ruang baru bagi perempuan untuk mengaktualisasikan potensi mereka. Studi ini menemukan bahwa pemikiran Mernissi tidak hanya memberikan kritik tajam terhadap ketidakadilan gender dalam masyarakat Islam, tetapi juga menawarkan solusi konkret yang berakar pada nilai-nilai Islam sendiri. Rekomendasi yang dia berikan untuk reformasi sosial dan pendidikan dapat menjadi panduan penting bagi upaya pemberdayaan perempuan dalam konteks kontemporer. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih baik tentang strategi pemberdayaan perempuan dalam masyarakat Islam dan membuka jalan bagi studi lebih lanjut mengenai peran perempuan dalam perubahan sosial.
Copyrights © 2025