Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh work-life balance dan lingkungan kerja non fisik terhadap komitmen organisasi dan karyawan. Informasi dikumpulkan melalui survei terhadap responden yang bekerja di sektor tertentu dan dianalisis menggunakan pemodelan kondisi tambahan kuadrat terkecil (PLS-SEM).Hal ini menunjukkan bahwa penyesuaian kehidupan kerja dan lingkungan kerja non fisik mempunyai pengaruh positif secara fundamental terhadap komitmen organisasi, dengan nilai koefisien jalur masing-masing sebesar 0,253 dan 0,531. Komitmen organisasi juga ditemukan memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap niat berpindah (β = -0,319).Selanjutnya, work-life balance dan lingkungan kerja non fisik berpengaruh secara tidak langsung terhadap turnover turnover melalui komitmen organisasi dengan pengaruh masing-masing sebesar 0,081 dan 0,169.Nilai R-squared menunjukkan bahwa variabel independen menjelaskan 53,8% variasi komitmen organisasi dan 55% variasi niat berpindah. Studi ini menyoroti pentingnya mendorong keseimbangan kehidupan kerja dan lingkungan kerja non-fisik yang baik untuk meningkatkan komitmen organisasi dan mengurangi niat berpindah karyawan. Penelitian di masa depan didorong untuk mengambil pendekatan longitudinal, memperluas industri yang dicakup, dan memasukkan variabel lain seperti kepuasan kerja dan gaya kepemimpinan untuk memperkaya hasil.
Copyrights © 2025