Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak banjir musiman terhadap proses pembelajaran di MI Darussalam Rambah, sebuah sekolah dasar yang terletak di wilayah rawan banjir di Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Banjir yang terjadi setiap tahun mengakibatkan terganggunya aktivitas pendidikan, seperti penurunan kehadiran siswa dan guru, kerusakan sarana dan prasarana, serta terganggunya implementasi program Adiwiyata dan Sekolah Ramah Anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banjir menyebabkan ketidakhadiran siswa secara signifikan karena akses jalan yang terputus dan rumah yang terdampak. Fasilitas belajar seperti ruang kelas dan perpustakaan mengalami kerusakan, dan guru kesulitan menerapkan metode pembelajaran aktif sesuai Kurikulum Merdeka. Secara psikologis, siswa juga menunjukkan gejala kecemasan dan menurunnya semangat belajar. Upaya penanganan sementara telah dilakukan, seperti gotong royong dan penjadwalan ulang pembelajaran, namun belum didukung oleh rencana kontinjensi jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan strategi adaptif berbasis pendidikan kebencanaan, peningkatan infrastruktur sekolah, serta dukungan dari pemerintah dan masyarakat untuk menjamin keberlangsungan pendidikan yang inklusif dan tangguh bencana.
Copyrights © 2025