Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan visual spasial anak usia 5-6 tahun melalui penerapan media loose parts di TP Posyandu Cempaka Mekar, Kecamatan Cikakak. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya capaian anak dalam aspek visual spasial yang disebabkan oleh keterbatasan media dan kurangnya kegiatan eksploratif. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan mengunakan model yang dikembangkan oleh Kemmis dan McTaggart, terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 anak. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi, dokumentasi, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kategori capaian visual spasial anak. Pada tahap prasiklus, sebagian besar anak berada pada kategori Belum Berkembang 53,4% dan Mulai Berkembang 33,3%, dengan rata-rata skor 11,3 dan persentase capaian 47,2%. Setelah tindakan pada Siklus I, capaian meningkat menjadi rata-rata 16,3 dengan persentase 68%, di mana anak mulai bergeser ke kategori Berkembang Sesuai Harapan dan Berkembang Sangat Baik. Pada Siklus II, peningkatan lebih signifikan tercapai dengan rata-rata skor 21,7 dan persentase capaian 90%, di mana 73% anak telah mencapai kategori Berkembang Sangat Baik dan 27% pada kategori Berkembang Sesuai Harapan. Peningkatan ini menunjukkan bahwa media loose parts efektif dalam menstimulasi kemampuan visual spasial anak melalui kegiatan eksploratif dan manipulatif yang sesuai dengan tahap perkembangan kognitif mereka. Temuan ini sejalan dengan teori kecerdasan majemuk Gardner dan teori loose parts oleh Nicholson, yang menekankan pentingnya pengalaman konkret dan kebebasan dalam bermain untuk mengembangkan representasi visual anak. Dengan demikian, media loose parts dapat dijadikan strategi pembelajaran yang efektif dalam pembelajaran anak usia dini.
Copyrights © 2025