Penelitian ini mengkaji tantangan komunikasi antarbudaya yang mencakup hambatan bahasa, perbedaan nilai dan norma budaya, serta stereotip. Studi ini menyoroti pentingnya kemampuan hidup berdampingan dalam masyarakat majemuk dan bagaimana fakta-fakta ini dapat mencegah potensi konflik. Fokus utama penelitian adalah pada akomodasi kultur sosial yang memungkinkan pembauran dalam hubungan antarbudaya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan kasus, mengumpulkan data melalui observasi dan wawancara mendalam dengan mahasiswa/i dari empat etnis berbeda (Tionghoa, Batak, Jawa, dan Banten) di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive sampling dan Snowball sampling. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi bagi setiap etnis dalam mengatasi hambatan komunikasi antarbudaya dan memanfaatkan peluang yang ada. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan dialek budaya yang berpotensi menghambat komunikasi antarbudaya karena masing-masing etnis memiliki unsur kebudayaan yang berbeda
Copyrights © 2024