Pengorganisasian peserta didik berperan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan adaptif di tingkat pendidikan dasar. Penelitian ini mengkaji praktik terbaik, tantangan, dan solusi dalam pengorganisasian peserta didik di tiga sekolah dasar di Indonesia: SDI NU Sekaran, SD Plus Rahmat, dan SDI Al Azhaar. Dengan pendekatan fenomenologi kualitatif dan desain multisitus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan berbasis pemerataan kemampuan dan inklusivitas, seperti observasi awal, program orientasi terstruktur, dan pengelompokan kelas heterogen, berhasil menciptakan lingkungan belajar yang mendukung. Namun, keterbatasan tenaga pendukung, minimnya fasilitas untuk anak berkebutuhan khusus (ABK), serta kurangnya evaluasi program menjadi hambatan utama. Solusi yang diusulkan meliputi kolaborasi dengan lembaga profesional, pemanfaatan teknologi untuk pengelolaan data peserta didik, dan pengembangan alat evaluasi standar untuk program adaptasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan holistik yang mencakup kebutuhan individu setiap peserta didik, untuk menciptakan pendidikan yang adil dan berkelanjutan. Temuan ini memberikan rekomendasi untuk pengembangan kebijakan pendidikan inklusif di tingkat sekolah dasar di Indonesia.
Copyrights © 2025