Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tantangan interaksi sosial siswa berkebutuhan khusus dalam konteks sekolah inklusif di Indonesia, khususnya dalam masyarakat yang masih eksklusif secara budaya. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif, mengumpulkan dan menganalisis sumber tertulis seperti jurnal ilmiah, kebijakan pendidikan, dan laporan media selama lima tahun terakhir. Hasil menunjukkan adanya kesenjangan antara kebijakan inklusif dan realitas sosial di sekolah. Siswa berkebutuhan khusus masih mengalami pengucilan sosial, minimnya interaksi, serta pelabelan negatif yang bersumber dari stereotip kultural. Guru dan kurikulum belum mampu menjembatani hubungan sosial yang setara di dalam kelas. Media turut memperkuat stigma melalui narasi simpatik yang tidak berkeadilan. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan inklusif membutuhkan lebih dari sekadar akses fisik; ia menuntut transformasi sosial dan kultural secara menyeluruh di lingkungan sekolah dan masyarakat. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman sosiologis mengenai pentingnya membangun interaksi sosial yang adil dalam pendidikan inklusif.
Copyrights © 2025