Transformasi digital dalam pelayanan publik telah meningkatkan kebutuhan akan literasi digital sebagai kompetensi kewargaan yang esensial, namun kesenjangan literasi digital masih membatasi kemampuan masyarakat desa dalam mengakses informasi dan layanan publik berbasis daring. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan praktis masyarakat desa dalam menggunakan teknologi digital untuk mengakses informasi dan layanan publik secara efektif. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan pendidikan partisipatif berbasis praktik dengan sasaran masyarakat perdesaan yang memiliki keterbatasan literasi digital fungsional. Metode pelaksanaan mencakup asesmen awal kebutuhan komunitas, perancangan bersama materi kontekstual, implementasi pembelajaran berbasis praktik langsung dan simulasi layanan publik digital, serta evaluasi pra–pascaprogram melalui survei terstruktur, observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan penilaian performa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan substansial pada literasi digital dasar, terutama pada keterampilan operasional, navigasi layanan publik digital, dan kepercayaan diri peserta. Secara kualitatif, peserta menunjukkan pergeseran perilaku dari ketergantungan menuju kemandirian dalam mengakses layanan publik digital, yang diperkuat oleh dinamika pembelajaran kolaboratif dan relevansi materi dengan kebutuhan sehari-hari. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan berbasis praktik memiliki dampak nyata terhadap kemandirian akses layanan publik digital dan menjawab kesenjangan intervensi literasi digital yang bersifat konseptual. Program ini berimplikasi penting bagi penguatan inklusi digital, pemberdayaan komunitas, dan dapat direplikasi sebagai model pengabdian berbasis pendidikan untuk mendukung keberlanjutan transformasi layanan publik di wilayah perdesaan.
Copyrights © 2026