Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Model Empiris Pengaruh Artificial Intelligence terhadap Kreativitas Belajar Mahasiswa: Integrasi TAM dan Creativity Theory dalam Pendekatan Kuantitatif Eksplanatori Lalu Muktar; Lalu Ibrohim Burhan
CENDEKIA : Jurnal Pendidikan Terintegrasi Vol. 1 No. 3 (2025): Transformasi Pendidikan Inklusif Berbasis Kearifan Lokal dan Digitalisasi Pembe
Publisher : PT. LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/cendekia.ws0q4t90

Abstract

Perkembangan pesat teknologi Artificial Intelligence (AI) telah menciptakan peluang baru bagi peningkatan kualitas pembelajaran di pendidikan tinggi, namun riset sebelumnya masih berfokus pada efektivitas teknis dan belum mengungkap secara komprehensif bagaimana AI memengaruhi kreativitas mahasiswa sebagai kompetensi utama abad ke-21. Kesenjangan ini menuntut kajian empiris yang memetakan hubungan antara penggunaan AI dan dinamika berpikir kreatif mahasiswa dalam konteks Indonesia. Penelitian ini bertujuan menginvestigasi pengaruh penggunaan AI terhadap kreativitas belajar mahasiswa pendidikan, dengan mengevaluasi intensitas penggunaan, persepsi pengguna, serta kontribusi fitur AI tertentu terhadap kreativitas. Metode yang digunakan berupa desain kuantitatif eksplanatori dengan 110 responden, dianalisis melalui regresi linear dan validasi wawancara, menggunakan instrumen berbasis TAM dan indikator kreativitas Guilford. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan AI berada pada kategori tinggi dan berpengaruh signifikan terhadap kreativitas mahasiswa (β = 0.431, p < 0.001), terutama melalui fitur generative feedback dan idea generation tools. Persepsi kemudahan dan kebermanfaatan memperkuat hubungan tersebut, sementara aspek orisinalitas tetap menjadi tantangan. Temuan ini menegaskan bahwa AI berperan sebagai katalis kognitif yang dapat memperluas fluency dan flexibility mahasiswa, sekaligus memberikan bukti empiris baru bagi pengembangan teori TAM dan Creativity Theory. Implikasi praktisnya mencakup kebutuhan integrasi AI secara pedagogis untuk mendukung kreativitas tanpa mengabaikan risiko ketergantungan, serta membuka arah penelitian baru mengenai variasi platform AI dan pendekatan longitudinal untuk menilai dampak jangka panjangnya. Abstract The rapid advancement of Artificial Intelligence (AI) has reshaped learning ecosystems in higher education worldwide; however, existing studies predominantly emphasise technical efficiency rather than examining how AI influences students’ creativity, a core competency of the twenty-first century. This knowledge gap highlights the need for empirical evidence that maps the relationship between AI usage and creative cognitive processes within the Indonesian higher education context. This study aimed to investigate the influence of AI usage on the learning creativity of education students, assessing usage intensity, user perceptions, and the contribution of specific AI features. An explanatory quantitative design was applied to 110 participants, analysed through linear regression and qualitative validation using TAM-based constructs and Guilford’s creativity indicators. The results revealed high AI adoption and a significant effect on student creativity (β = 0.431, p < 0.001), particularly driven by generative feedback and idea generation tools. Perceived ease of use and perceived usefulness strengthened this relationship, although originality remained relatively limited. The findings indicate that AI functions as a cognitive catalyst that enhances students’ fluency and flexibility, contributing new empirical insights to the development of TAM and Creativity Theory frameworks. Practically, the study underscores the importance of integrating AI pedagogically to support creativity while addressing potential dependency risks, and it opens avenues for future research involving multi-platform AI comparison and longitudinal approaches to assess long-term impacts.
Inovasi Smart Greenhouse Berbasis Sensor dalam Mengatasi Tantangan Produksi Sayuran Organik di Wilayah Pedesaan Lalu Muktar; Lalu Ibrohim Burhan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 03 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/p0h1as48

Abstract

Penelitian ini mengatasi tantangan yang dihadapi petani organik dalam mengelola kondisi lingkungan untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan hasil panen. Dengan meningkatnya permintaan akan sayuran organik, terdapat kebutuhan nyata untuk menerapkan teknologi yang dapat mendukung pertanian berkelanjutan, terutama di daerah pedesaan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan menerapkan smart greenhouse berbasis sensor yang berbiaya rendah dan mudah dioperasikan. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan partisipatif dengan melibatkan 10 petani di Desa Lendang Nangka Utara, yang mencakup pemasangan sistem, pelatihan, dan monitoring pertumbuhan tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi sayuran organik meningkat rata-rata 25% setelah penerapan teknologi ini, dengan pengendalian hama yang lebih efektif dan peningkatan keterampilan petani dalam menggunakan sensor IoT. Temuan ini menegaskan pentingnya teknologi dalam meningkatkan praktik pertanian yang berkelanjutan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan smart greenhouse dapat berkontribusi pada ketahanan pangan lokal dan nasional, serta memberdayakan petani untuk mengelola pertanian mereka secara mandiri. The increasing demand for organic vegetables, driven by growing public awareness of health and environmental sustainability, highlights a critical gap in the adoption of modern agricultural technologies among local farmers, particularly in rural areas. This study aimed to implement a low-cost, sensor-based smart greenhouse to enhance the productivity and sustainability of organic vegetable farming. Employing a participatory action research approach, the project engaged ten organic farmers in Lendang Nangka Utara, focusing on system installation, operational training, and ongoing monitoring of plant growth and harvest outcomes. The findings revealed a significant average increase of 25% in organic vegetable production following the implementation of the smart greenhouse, alongside improved pest control due to stable microclimate conditions. Additionally, farmers acquired new skills in utilizing simple IoT sensors for sustainable cultivation practices. These results underscore the potential of smart greenhouse technology to empower local farmers, contributing to food security and environmental conservation. The study advocates for broader adoption of such technologies to foster sustainable agricultural practices and enhance the resilience of local farming communities.
Literasi Digital Fungsional Berbasis Praktik untuk Meningkatkan Kemandirian Akses Layanan Publik Digital Masyarakat Desa Lalu Muktar
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 2 No. 1 (2026): Membangun Ketahanan Komunitas melalui Edukasi dan Pemberdayaan Berkelanjutan
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/dharmabakti.99b6dc74

Abstract

Transformasi digital dalam pelayanan publik telah meningkatkan kebutuhan akan literasi digital sebagai kompetensi kewargaan yang esensial, namun kesenjangan literasi digital masih membatasi kemampuan masyarakat desa dalam mengakses informasi dan layanan publik berbasis daring. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan praktis masyarakat desa dalam menggunakan teknologi digital untuk mengakses informasi dan layanan publik secara efektif. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan pendidikan partisipatif berbasis praktik dengan sasaran masyarakat perdesaan yang memiliki keterbatasan literasi digital fungsional. Metode pelaksanaan mencakup asesmen awal kebutuhan komunitas, perancangan bersama materi kontekstual, implementasi pembelajaran berbasis praktik langsung dan simulasi layanan publik digital, serta evaluasi pra–pascaprogram melalui survei terstruktur, observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan penilaian performa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan substansial pada literasi digital dasar, terutama pada keterampilan operasional, navigasi layanan publik digital, dan kepercayaan diri peserta. Secara kualitatif, peserta menunjukkan pergeseran perilaku dari ketergantungan menuju kemandirian dalam mengakses layanan publik digital, yang diperkuat oleh dinamika pembelajaran kolaboratif dan relevansi materi dengan kebutuhan sehari-hari. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan berbasis praktik memiliki dampak nyata terhadap kemandirian akses layanan publik digital dan menjawab kesenjangan intervensi literasi digital yang bersifat konseptual. Program ini berimplikasi penting bagi penguatan inklusi digital, pemberdayaan komunitas, dan dapat direplikasi sebagai model pengabdian berbasis pendidikan untuk mendukung keberlanjutan transformasi layanan publik di wilayah perdesaan.