Peningkatan populasi memiliki linearitas dengan meningkatnya kebutuhan pangan. Namun, Penurunan jumlah petani dalam beberapa dekade terakhir menjadi tantangan signifikan bagi sektor pertanian, termasuk agroindustri, khususnya di wilayah Kabupaten Sleman. Permasalahan ini dipengaruhi oleh rendahnya motivasi, pendapatan, dan adaptabilitas masyarakat terhadap teknologi modern. Penelitian ini mengkaji peran aplikasi Tanitera sebagai solusi inovatif melalui gamifikasi sektor pertanian untuk meningkatkan motivasi, produktivitas, dan pendapatan petani. Berdasarkan survei terhadap 15 petani di Dusun Samberembe, ditemukan bahwa motivasi ekonomi merupakan faktor pendorong utama adopsi aplikasi ini, sementara motivasi sosial dan kemudahan penggunaan teknologi menjadi faktor pendukung. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan Tanitera meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya hingga 20% dan mengurangi biaya produksi sebesar 10%. Meskipun demikian, adopsi teknologi ini menghadapi tantangan seperti keterbatasan infrastruktur internet dan keterampilan digital petani. Dukungan sosial dari komunitas, pelatihan intensif, serta subsidi data internet terbukti efektif dalam mempercepat proses adopsi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, LSM, dan penyedia layanan teknologi diperlukan untuk mengatasi hambatan ini dan memastikan keberlanjutan adopsi teknologi di sektor pertanian. Dengan pendekatan strategis yang menyeluruh, aplikasi Tanitera dapat menjadi instrumen utama untuk memberdayakan petani, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat regenerasi sektor pertanian.
Copyrights © 2024