Manajemen sekolah di Indonesia tidak hanya harus efisien dalam urusan administratif, tetapi juga harus mengakar pada nilai-nilai budaya lokal. Artikel ini membahas konsep Manajemen Organisasi Sekolah Berbasis Budaya Nusantara, yang merupakan upaya menggabungkan nilai-nilai lokal seperti gotong royong, musyawarah, dan toleransi dengan teori kepemimpinan budaya modern. Dengan pendekatan deskriptif-analitis, artikel ini menjelaskan bagaimana nilai-nilai tradisional dapat diaplikasikan dalam manajemen sekolah modern agar tercipta organisasi pendidikan yang harmonis. Studi kasus dari beberapa daerah menunjukkan bahwa penerapan prinsip budaya lokal dapat memperkuat kerja sama antar warga sekolah, meningkatkan partisipasi, dan membangun kepemimpinan yang lebih manusiawi. Model Manajemen Berbasis Budaya → Organisasi Sekolah yang Harmonis diusulkan sebagai kerangka konseptual yang menggabungkan nilai-nilai, proses, dan hasil untuk membentuk sekolah yang memiliki karakter budaya dan unggul secara manajerial.
Copyrights © 2026