Peningkatan permintaan protein hewani dan dampak perubahan iklim menuntut penerapan sistem pemeliharaan ayam broiler yang lebih adaptif, efisien, dan berkelanjutan. Sistem kandang closed house menawarkan keunggulan teknis dalam pengendalian mikroklimat, namun adopsinya di Indonesia masih terbatas akibat tingginya biaya investasi yang didominasi komponen impor. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan kandang ayam closed house system berbasis peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk meningkatkan akses teknologi bagi peternak rakyat. Metode yang digunakan adalah pendekatan rekayasa sistem melalui pembangunan dan integrasi subsistem kandang, dilanjutkan dengan uji pemeliharaan ayam broiler selama 30 hari. Hasil menunjukkan kandang closed system dengan TKDN 65% seluruh sistem berfungsi optimal, dengan mortalitas 3,68%, nilai konversi pakan (FCR) 1,43, pertambahan bobot badan 55 g/ekor/hari, dan indeks pemeliharaan 363. Dibandingkan sistem open house, teknologi ini memberikan kinerja produksi yang lebih stabil dan efisien. Selain itu, kapasitas mitra meningkat melalui transfer teknologi dan pendampingan. Kegiatan ini membuktikan bahwa closed house berbasis TKDN layak diterapkan sebagai solusi teknis, ekonomis, dan sosial yang berkelanjutan serta berpotensi direplikasi.
Copyrights © 2026