Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode belajar sensorik dalam mendukung perkembangan anak usia dini yang berfokus pada aspek motorik halus, kognitif, dan sosial-emosional. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan sebagai teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada guru dan catatan perkembangan anak yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran sensorik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan belajar sensorik dilakukan melalui aktivitas yang merangsang pancaindra, seperti bermain pasir, air, mengenal tekstur, mencium aroma, mencicipi rasa, serta mendengarkan suara dari lingkungan. Anak-anak menunjukkan antusiasme dan keterlibatan tinggi dalam setiap kegiatan, yang berdampak positif pada peningkatan kemampuan motorik, kognitif, serta interaksi sosial mereka. Guru berperan penting dalam merancang, memfasilitasi, dan menyesuaikan kegiatan dengan kebutuhan anak, meskipun masih menghadapi keterbatasan alat dan waktu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa metode belajar sensorik merupakan strategi efektif dan menyenangkan yang mendukung perkembangan menyeluruh anak usia dini serta sejalan dengan prinsip- prinsip Kurikulum Merdeka.
Copyrights © 2025