cover
Contact Name
Fridarti
Contact Email
fridartif@gmail.com
Phone
+628126786114
Journal Mail Official
fridartif@gmail.com
Editorial Address
Jln. Tamansiswa No. 9 Padang kota padang Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Peternakan Tamansiswa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : 1031317
Core Subject : Health, Agriculture,
Tamansiswa Animal Husbandry Journal is a journal that focuses on the field of Animal Husbandry which includes: Poultry Nutrition, Ruminants, Animal Production, Animal Product Technology, Socio-Economics of Animal Husbandry. The Tamansiswa Farming Journal provides answers to the demands for the importance of disseminating scientific knowledge in the field so that research results are useful for providing information to users quickly.
Articles 10 Documents
ANALISA USAHA PEMBIBITAN SAPI POTONG BRAHMAN CROSS PADA UPTD. DINAS PETERNAKAN KOTA PADANG Isral Isral; fridarti Fridarti

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KUALITAS PROTEIN KASAR, SERAT KASAR, DAN KADAR ABU AMOFER DARI KOMBINASI JERAMI PADI DAN JERAMI JAGUNG Aldi Hariswan; Fridarti Fridarti; Sri Mulyani; Halimatuddini Halimatuddini

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of amofer from a combination of rice straw and corn straw on the quality of crude protein, crude fiber, and ash content. The design used was CRD (Completely Randomized Design) which consisted of 5 treatments and 5 replications namely P1 (500 g rice straw), P2 (500 g corn straw), P3 (350 g rice straw + 150 g corn straw), P4 (250 g rice straw + 250 g corn straw), P5 (150 g rice straw + 350 g corn straw). Variety analysis shows that the quality of crude protein, crude fiber, and amofer ash content of the combination of rice straw and corn straw have a very significant effect (P<0,01) to increase crude protein and decrease crude fiber and ash. The results of this study concluded that amofer from the combination of 350 g cron straw and 150 g rice straw was the highest percentage of crude protein. Sigle amofer and cron straw can reduce crude fiber content and ash content.
Pengaruh Penggunaan Asam Cuka (CH3COOH) Pada Penetasan Ayam KUB Terhadap Kematian Embrio, Berat Tetas Dan Daya Tetas Ermelia Gusmita; Rudi Kusuma; PN Jefri

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ayam KUB merupakan ayam kampung galur murni hasil seleksi betina selama 6 generasi. Keunggulan ayam KUB antara lain mampu berproduksi lebih baik dari ayam kampung biasa, dimana produksi telur mencapai 100- 180 butir per tahun, mempunyai sifat mengeram 10% dari total populasi dan memiliki bobot potong sekitar 800-900 gram dalam waktu 10 minggu (Sartika, et al., 2014) Ayam KUB memiliki potensi untuk dikembangkan Salah satu keunggulan antara lain tahan terhadap penyakit, produksi telur per talon 160-180 butir, konsumsi pakan 80- 85 gram, sifat mengeram 10% dari total populasi, umur pertama bertelur 22-24 minggu, bobot telur 35-45 gram dan konversi pakan 3.8 (Sartika, et al., 2009). Cuka dapur atau Asam Cuka (CH3COOH) merupakan salah satu bahan penyemprotan yang mampu mendegradasi kalsium yang terdapat pada kulit telur. Hal ini diyakini akan membantu proses penetasan pada telur Ayam. Asam asetat atau lebih dikenal sebagai Asam Cuka adalah suatu senyawa berbentuk cairan, tak berwarna, berbau menyengat, memiliki rasa asam yang tajam serta larut didalam air, alkohol, gliserol, dan eter (Hardoyo, et al., 2007). Penelitian ini di laksanakan mulai pada tanggal 10 Januari sampai tanggal 5 Februari 2025 yang bertempat di BSIP Sumatera Barat. Metode yang digunakan adalah metode Eksperimental meggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Penelitian ini menggunakan 200 butir telur, dengan berat yang seragam 40-45 gram. Dengan perlakuan tanpa Asam Cuka,Perlakuan 2 10% Asam Cuka, Perlakuan 3 20% Asam Cuka, Perlakuan 4 30% Asam Cuka, Telur Ayam KUB di tetaskan menggunakan mesin tetas otomatis Hasil penelitian menunjukan bahwa rataan daya tetas secara berturut turut adalah PI (67,33%) P2 (70,67%) P3 (84,22%) P4 (94,22%). Menunjukan bahwa Asam cuka berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap daya tetas. Rataan berat tetas secara berturut turut adalah PI (31,2%) P2 (31,2%) P3 (31%) P4 (30,6%) menunjukan bahwa Asam cuka tidak berpengaruh nyata (P>0,05)terhadap berat tetas. Rataan kematian embrio secara berturut turut P1 (32%) P2 (28%) P3 (16%) P4 (6%) menunjukan bahwa Asam Cuka berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kematian embrio.
DETEKSI RESIDU ANTIBIOTIK PADA SUSU KAMBING DI PETERNAKAN KOTA PADANG Raisah Hayati Mutadayyinah; Syafrizal Syafrizal; Sri Mulyani

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui residu anti antibiotik pada susu kambing di peternakan kota Padang dilakukan dengan metoda kualitatif deskriptif melalui uji bioassay pada laboratorium Pengujian Mutu Produk Peternakan (PMPP) pada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat mulai 18 – 25 Juni 2025. 30 sampel penelitian berasal dari 6 lokasi peternakan pada 5 kecamatan (Nanggalo, Kuranji, Lubuk Kilangan, Koto Tangah, Padang Selatan) di Kota Padang. Residu antibiotik yang diamati pada penelitian ini meliputi Tylosin (Makrolida), Oksitetrasiklin (Tetrasiklin), Kanamisin (Aminoglikosida), dan Penisilin. Data penelitian berupa hasil deteksi residu antibiotik pada susu kambing di Kota Padang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian deteksi residu antibiotik pada susu kambing disimpulkan bahwa dari 30 sampel yang diuji ditemukan 7 sampel (23,33%) positif mengandung residu antibiotik Tylosin (Makrolida) pada kecamatan Kuranji dan Nanggalo. Sedangkan antibiotik lain Okitetrasiklin (Tetrasiklin), Kanamisin (Aminoglikosida), dan Penisilin tidak ditemukan. Keberadaan residu Tylosin (Makrolida) pada susu kambing yang berasal dari Kecamatan Nanggalo dan Kecamatan Kuranji disebabkan penggunaannya oleh peternak dalam pengobatan mastitis pada ternak.
PENGARUH PENGGUNAAN ASAM CUKA (CH3COOH) PADA PENETASAN AYAM KUB TERHADAP FERTILITAS, PERSENTASE PENETASAN, DAN WAKTU MENETAS Tuti Halipah; Rudi Kusuma; PN Jefri

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) adalah ayam hasil riset oleh Balai Pengkajian Ternak Ciawi Bogor. Ayam KUB jika dibandingkan dengan ayam kampung biasa mampu memproduksi telur lebih tinggi (Hidayat, dkk., 2011). Selain itu mampu menghasilkan telur mencapai 160-180 butir/ekor/tahun, ayam dapat cepat bertelur kembali karena masa mengeram berkurang hingga tinggal 10%, ayam ini juga dapat tumbuh lebih cepat daripada ayam kampung biasa, dan rasa daging Ayam KUB juga gurih, sama seperti ayam kampung pada umumnya (Anonim, 2016). Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 10 Januari 2025 sampai 10 Februari 2025 di BSIP Sumatera Barat. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu perlakuan tanpa asam cuka, perlakuan dengan asam cuka 10%, perlakuan dengan asam cuka 20%, dan perlakuan dengan asam cuka 30% dan 5 ulangan. Penelitian ini menggunakan 200 butir telur dengan berat telur yang digunakan 40-45 gram. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rataan fertilitas secara berturut-turut adalah P1 (98,00%), P2 (94,00%), P3 (96,00), P4 (98,00) menunjukkan bahwa penggunaan asam cuka berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap fertilitas. Rataan persentase penetasan adalah P1 (66,00%), P2 (66,00%), P3 (80,00%), P4 (92,00%) menunjukkan bahwa penggunaan asam cuka berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap persentase penetasan. Rataan waktu menetas setelah pipping adalah P1 (26,34 jam), P2 (24,67 jam), P3 (14,50 jam), P4 (10,42 jam) menunjukkan bahwa penggunaan asam cuka berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap waktu menetas setelah pipping.
PERBANDINGAN ANGKA SERVICE PER CONCEPTION SAPI YANG DI IB DENGAN STRAW LEMBANG DAN TUAH SAKATO DIKABUPATENPADANGPARIAMAN Jefri Hariadi; Syafrizal Syafrizal; Devi Dianti; Fridarti Fridarti

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan pada tanggal 30 Desember2024 sampai tanggal 31Januari 2025 di kabupaten Padang Pariaman, bertujuan untuk mengetahui perbandingan angka Service per Conception sapi yang di IB dengan straw Lembang dan Tuah Sakato di Kabupaten Padang Pariaman. Penelitian dilakukan dengan metode survei melalui pengamatan langsung dibantu dengan kuesioner untuk mengetahui penerapan aspek teknis pemeliharaan. Populasi penelitian adalah seluruh induk sapi yang telah melahirkan pada tahun 2023 dan di IB denganbibit Sapi Simental yang berasal dari BIB Lembang dan UPTD BPTSD Tuah Sakato. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan angka Service per Conception (S/C), pada sapi yang di IB dengan straw Lembang dan BIB Tuah Sakato.Angka S/C hasil IB dengan straw dari BIB Lembang adalah 1,28 sedangkan hasil IB dengan straw dari UPTD BPTSD Tuah Sakato sebesar 1,73. Perbedaan ini menunjukkan bahwa straw BIB Lembang memberikan performare produksi lebih baik. Perbedaan ini lebih disebabkan oleh faktor pengencer antara kedua balaipenghasil straw ini. Kesimpulannya penelitian menunjukkan bahwa penggunaan straw dari BIB Lembang lebih efisien dibandingkan dengan straw dari UPTD BPTSD Tuah Sakato dalam program Inseminasi Buatan (IB) di Kabupaten Padang Pariaman.
EVALUASI PROGRAM UPAYA KHUSUS SAPI INDUKAN WAJIB BUNTING (Upsus Siwab) DALAM PENINGKATAN POPULASI TERNAK SAPI DI KECAMATAN AKABILURU KABUPATEN LIMAPULUH KOTA fridarti fridarti; Dwipa Pujianta; Halimatuddini Halimatuddini; Fira Faradillah

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima Puluh Kota Propinsi Sumatera Barat, pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara Purposive (sengaja) dengan pertimbangan bahwa, Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan salah satu Kabupaten di Sumatera Barat yang melaksanakan Program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Evaluasi Program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) dalam peningkatan populasi ternak sapi di Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima puluh Kota. Penelitian dilakukan pada bulan Juli sampai September 2022.Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima Puluh Kota Propinsi Sumatera Barat, pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara Purposive (sengaja) dengan pertimbangan bahwa, Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan salah satu Kabupaten di Sumatera Barat yang melaksanakan Program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Evaluasi Program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) dalam peningkatan populasi ternak sapi di Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima puluh Kota. Penelitian dilakukan pada bulan Juli sampai September 2022. Penelitian ini dilakukan dengan metoda survei. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan dan wawancara langsung menggunakan kuisioner. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif. yaitu data yang berbentuk angka yang meliputi jumlah pelayanan IB, jumlah betina yang di IB sampai bunting, data realiasasi kegiatan IB pada Program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) Tahun 2021. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan rumus Slovin sebanyak 44 peternak yang melaksanakan Program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab).
PENGARUH PEMBUATAN KEJU DENGAN PENAMBAHAN AIR SARI DAUN PANDAN TERHADAP pH DAN ORGANOLEPTIK Rudi Firmansayah; Fridarti Fridarti; Devi Dianti; Halimatuddini Halimatuddini

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan campuran daun pandan terhadap pH dan organoleptik pada keju. Penelitian ini dilaksanakan di laboratotium Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang. Penelitian ini menggunkan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan yaitu : Perlakuan air sari daun pandan 0 ml, campuran daun pandan 25 ml, campuran daun pandan 30 ml, campuran daun pandan 35 ml, campuran daun pandan 40 ml. Dan dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan sari daun pandan dalam pembuatan keju meningkatkan rata-rata pH berkisar antara 3,47-5,39. Organoleptik rata-rata Aroma berkisar antara 1,22-2,19, rata-rata warna 1,22-2,31, rata-rata rasa 1,22-2,31, rata-rata tekstur 1,22-2,21, rata-rata kesukaan 1,83-2,31. Hasil terbaik penelitian adalah pH 5,39 pada perlakuan daun pandan 30 ml. Aroma 2,19 pada perlakuan daun pandan 40 ml, warna 2,31 pada perlakuan 40 ml, rasa 2,31 pada perlakuan 40 ml, tekstur 2,21 pada perlakuan 40 ml dan kesukaan 2,31 pada perlakuan 40 ml daun pandan. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penambahan air sari daun pandan berbeda tidak nyata terhadap pH tetapi berbeda sangat nyata terhadap uji organoleptik (aroma, warna, rasa, tekstur dan kesukaan). This study aims to determine the effect of adding a mixture of pandan leaves on pH and organoleptic properties of cheese. This study was conducted in the laboratory of the Faculty of Agriculture, Tamansiswa University, Padang. This study used an experimental method with a completely randomized design (CRD) consisting of 5 treatments and 4 replications, namely: Treatment of 0 ml pandan leaf juice, 25 ml pandan leaf mixture, 30 ml pandan leaf mixture, 35 ml pandan leaf mixture, 40 ml pandan leaf mixture. And continued with the DMRT test.The results showed that the addition of pandan leaf extract in cheese making increased the average pH ranging from 3.47-5.39. The average organoleptic Aroma ranged from 1.22-2.19, the average color 1.22-2.31, the average taste 1.22-2.31, the average texture 1.22-2.21, the average preference 1.83-2.31. The best result of the study was pH 5.39 in the treatment of 30 ml pandan leaves. Aroma 2.19 in the treatment of 40 ml pandan leaves, color 2.31 in the treatment of 40 ml, taste 2.31 in the treatment of 40 ml, texture 2.21 in the treatment of 40 ml and preference 2.31 in the treatment of 40 ml pandan leaves.The results of the analysis of variance showed that the addition of pandan leaf juice did not significantly differ in pH but significantly differed in organoleptic tests (aroma, color, taste, texture and preference).
POTENSI PENGEMBANGAN USAHA TERNAK SAPI POTONG KECAMATAN PASAMAN KABUPATEN PASAMAN BARAT Yusi Amela; Fridarti Fridarti; Devi Dianti

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui potensi pengembangan usaha sapi potong di Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat. Metode penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penelitian ini adalah: Pengumpulan data primer dilakukan dengan teknik wawancara dan pengisian kuisioner, pemilihan respoden dengan sengaja. Wawancara kuisioner dilakukan dengan mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang berpengaruh terhadap populasi ternak. Pengumpulan data sekunder yaitu dengan melakukan pengumpulan data dan laporan dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat, Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasaman Barat, instansi yang terkait lainnya. Hasil Penelitian : Kecamatan Pasaman merupakan daerah yang sangat berpotensi dalam pengembangan ternak sapi potong karena .mempunyai LQ = 7,38 ., karena LQ > dari 1 menunjukkan berpotensi untuk pengembangan ternak sapi potong. Kecamatan Pasaman merupakan wilayah prioritas untuk pengembangan peternakan sapi potong karena pada ketiga Nagari yang masing-masing mempunyai nilai dan daya tampung yang cukup banyak yaitu Nagari Lingkuang Aua sebanyak 26.966,52, ekor Nagari Aua Kuniang sebanyak 148.812 ekor dan Nagari Aia Gadang sebanayak 17.405,91 Ribu ekor dengan jumlah keseluruhan sebanyak 193.184, 43 ekor. Kecamatan Pasaman juga mempunyai nilai KPPTR yang cukup tinggi yaitu sebanyak 193.184,43 dengan demikian kapasitas peningkatan populasi ternak diwilayah Kecamatan Pasaman masih mempunyai peluang yang cukup besar. Sumber daya manusia tata pelaksanaan menunjukkan nilai yang sangat bagus dapat dilihat dari jumlah penduduk dan pengalaman beternak Strategi pengembangan peternakan sapi potong yang diusulkan antara lain: a) Optimalisasi pemanfatan lahan limbah pertanian untuk makanan ternak melalui pembuatan silase maupun hay, b) Optimalisasi penyediaan lahan yang sesuai atau memenuhi persyaratan teknis untuk peternakan sapi potong dilengkapi dengan peta, dan c) Optimalisasi kemampuan peternak dalam mengakses modal atau pembiayaan melalui pola pengembangan inti plasmaTujuan penelitian ini adalah mengetahui potensi pengembangan usaha sapi potong di Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat. Metode penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penelitian ini adalah: Pengumpulan data primer dilakukan dengan teknik wawancara dan pengisian kuisioner, pemilihan respoden dengan sengaja. Wawancara kuisioner dilakukan dengan mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang berpengaruh terhadap populasi ternak. Pengumpulan data sekunder yaitu dengan melakukan pengumpulan data dan laporan dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat, Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasaman Barat, instansi yang terkait lainnya. Hasil Penelitian : Kecamatan Pasaman merupakan daerah yang sangat berpotensi dalam pengembangan ternak sapi potong karena .mempunyai LQ = 7,38 ., karena LQ > dari 1 menunjukkan berpotensi untuk pengembangan ternak sapi potong. Kecamatan Pasaman merupakan wilayah prioritas untuk pengembangan peternakan sapi potong karena pada ketiga Nagari yang masing-masing mempunyai nilai dan daya tampung yang cukup banyak yaitu Nagari Lingkuang Aua sebanyak 26.966,52, ekor Nagari Aua Kuniang sebanyak 148.812 ekor dan Nagari Aia Gadang sebanayak 17.405,91 Ribu ekor dengan jumlah keseluruhan sebanyak 193.184, 43 ekor. Kecamatan Pasaman juga mempunyai nilai KPPTR yang cukup tinggi yaitu sebanyak 193.184,43 dengan demikian kapasitas peningkatan populasi ternak diwilayah Kecamatan Pasaman masih mempunyai peluang yang cukup besar. Sumber daya manusia tata pelaksanaan menunjukkan nilai yang sangat bagus dapat dilihat dari jumlah penduduk dan pengalaman beternak Strategi pengembangan peternakan sapi potong yang diusulkan antara lain: a) Optimalisasi pemanfatan lahan limbah pertanian untuk makanan ternak melalui pembuatan silase maupun hay, b) Optimalisasi penyediaan lahan yang sesuai atau memenuhi persyaratan teknis untuk peternakan sapi potong dilengkapi dengan peta, dan c) Optimalisasi kemampuan peternak dalam mengakses modal atau pembiayaan melalui pola pengembangan inti plasma
Performa Produksi Sapi Brahman Cross (BX) Di UPT Pembibitan Dinas Pertanian Kota Padang Elsa Marlina; Syafrizal Syafrizal; Devi Dianti

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2025 2026


Filter By Issues
All Issue