Dalam gelombang krisis demokrasi global yang ditandai oleh kebangkitan pemimpin-pemimpin otoriter, narasi konspiratif, dan fragmentasi kebenaran, buku Incompleteness: Donald Trump, Populism and Citizenship karya Francis B. Nyamnjoh hadir sebagai oase intelektual yang menawarkan cara berpikir alternatif. Alih-alih mengikuti narasi Barat yang dominan yang menggambarkan populisme sebagai ancaman terhadap tatanan liberal-demokratis, Nyamnjoh mengajukan kerangka epistemologis yang berakar pada pengalaman dan filsafat Afrika: ketidaklengkapan (incompleteness). Melalui prisma ini, ia tidak hanya menganalisis fenomena Donald Trump, tetapi juga mengkritik asumsi-asumsi dasar tentang kewarganegaraan, identitas, dan kebenaran dalam masyarakat kontemporer.
Copyrights © 2025