Fenomena smartphone addiction semakin meluas di kalangan mahasiswa dan menjadi isu penting yang berdampak pada aspek kognitif, emosional, serta sosial mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis addiction cycle mahasiswa yang mengalami smartphone addiction dengan memperhatikan faktor demografi seperti jenis kelamin, usia, dan latar belakang pendidikan. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 469 mahasiswa sebagai responden, terdiri atas 89 laki-laki dan 380 perempuan. Instrumen pengukuran mengacu pada skala smartphone addiction yang telah divalidasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif dan uji perbedaan berdasarkan variabel demografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa laki-laki cenderung memiliki skor rata-rata smartphone addiction lebih tinggi dibandingkan perempuan (M = 85,20; SD = 14,62 vs. M = 80,42; SD = 14,11). Analisis siklus adiksi mengungkap bahwa mayoritas responden mengalami pola berulang berupa fase trigger, craving, loss of control, hingga withdrawal, yang menandakan adanya kesulitan signifikan dalam mengendalikan penggunaan smartphone. Selain itu, faktor usia turut memengaruhi tingkat adiksi, di mana mahasiswa pada rentang usia awal kuliah (17–20 tahun) memperlihatkan tingkat ketergantungan lebih besar dibandingkan kelompok usia yang lebih senior. Temuan ini menegaskan bahwa smartphone addiction di kalangan mahasiswa bersifat multidimensi dan sangat dipengaruhi oleh faktor demografi. Implikasinya, intervensi preventif maupun kuratif yang dirancang oleh konselor dan lembaga pendidikan perlu mempertimbangkan perbedaan karakteristik mahasiswa berdasarkan jenis kelamin dan usia. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan literatur mengenai adiksi digital sekaligus menjadi pijakan awal bagi pengembangan layanan bimbingan dan konseling berbasis bukti dalam menghadapi tantangan penggunaan smartphone yang berlebihan di lingkungan pendidikan tinggi.
Copyrights © 2025