Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja operating profit margin pada perusahaan sektor infrastruktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021-2023. Operating profit margin digunakan untuk mengevaluasi efisiensi operasional perusahaan dalam mengelola aktivitas operasional utama, sehingga investor menggunakannya sebagai indikator utama dalam menilai kinerja keuangan perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan dari 22 perusahaan sektor infrastruktur kategori papan pencatatan utama di BEI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi signifikan dalam operating profit margin antar perusahaan, sehingga mencerminkan perbedaan skala bisnis, efisiensi operasional, dan model bisnis. Perusahaan seperti PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) dan PT Pertamian Geothermal Energy Tbk (PGEO) memiliki operating profit margin yang tinggi dan stabil, menunjukkan efisiensi operasional yang baik. Sebaliknya, terdapat perusahaan yang mengalami penurunan nilai operating profit margin yang menjadi tantangan manajemen perusahaan dalam mengelola biaya operasional, seperti PT Indosat Tbk. (ISAT) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah operating profit margin merupakan indikator utama dalam penilaian efisiensi dan daya saing perusahaan, sehingga perusahaan disarankan untuk meningkatkan nilai operating profit margin melalui inovasi dan teknologi. Temuan ini relevan bagi manajemen investor dan pemangku kepentingan lainnya dalam proses pengambilan keputusan
Copyrights © 2025