Pendidikan nilai merupakan pilar utama dalam pembentukan karakter peserta didik yang berintegritas dan berdaya saing. Dalam konteks ini, filsafat pendidikan berperan penting sebagai fondasi konseptual dalam merumuskan arah dan strategi penanaman nilai. Artikel ini mengkaji secara komparatif pemikiran dua tokoh besar dalam dunia pendidikan, yakni John Dewey dan Ki Hadjar Dewantara, untuk menggali landasan filosofis pendidikan nilai yang aplikatif dan relevan. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur, artikel ini mengungkap bahwa Dewey memandang pendidikan nilai sebagai proses pembentukan moral melalui pengalaman langsung dan pembelajaran demokratis, sedangkan Ki Hadjar Dewantara menekankan pentingnya nilai-nilai luhur budaya, moral, dan spiritual yang tertanam dalam budi pekerti. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi pemikiran kedua tokoh ini dapat memperkaya praktik pendidikan nilai di sekolah dengan menggabungkan aspek kontekstual, kultural, dan humanistik secara holistik.
Copyrights © 2025