Penelitian ini mengkaji perbandingan ceramah bertema tayamum yang disampaikan oleh Ustadz Adi Hidayat dan Ustadz Abdul Somad melalui pendekatan komunikasi dakwah. Latar belakang kajian berangkat dari transformasi metode dakwah di era digital dan pentingnya pemahaman konsep tayamum sebagai alternatif bersuci dalam kondisi darurat. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan pendekatan studi kasus, di mana data diperoleh melalui telaah dokumentasi media digital, observasi partisipatif, dan analisis konten ceramah yang berkaitan dengan tayamum. Dalam penelitian ini, fokus dikaji tidak hanya pada konten materi tayamum, tetapi juga pada strategi penyampaian pesan, penggunaan dalil dari Al-Qur’an dan Hadis, serta retorika dakwah yang mengacu pada konsep ethos, pathos, dan logos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua ustadz menerapkan gaya komunikasi yang berbeda; Ustadz Adi Hidayat cenderung menggunakan pendekatan yang lebih akademis dan analitis dengan penekanan pada data tekstual serta konteks historis-fiqh, sedangkan Ustadz Abdul Somad mengedepankan gaya santai, humoris, dan praktis yang mudah dicerna oleh masyarakat umum. Implikasi temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi strategis bagi pengembangan metode dakwah yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat di era digital, sekaligus memperkuat peran dakwah dalam menyampaikan nilai-nilai keislaman secara menyeluruh.
Copyrights © 2025