Di dalam dunia bisnis modern konflik antar kepentingan shareholder dan konsumen menjadi tantangan etis dan signifikan, khususnya pada industri properti. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis bagaimana peran etika bisnis dapat menjembatani kepentingan antara kedua pihak tersebut melalui studi kasus proyek Meikarta oleh Lippo Group. Dengan menggunakan metode pendekatan kualitatif dan mengambil studi kasus sebagai objek penelitian, serta pengumpulan data dari beberapa penelitian serta media pemberitaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kegagalan pengembangan dalam menerapkan prinsip transparansi, keadilan, dan tanggung jawab telah menimbulkan ketidakpercayaan publik, konflik hukum, dan kerugian konsumen. Ketidak seimbangan antara 2 pihak diperkeruh oleh lemahnya perlindungan hukum terhadap konsumen dalam skema pre-poject selling. Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan etika bisnis yang ideal, serta pengawasan yang efektif menjadi sangat penting agar terciptanya praktik bisnis yang adil dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025