Penelitian ini dilaksanakan dikarenakan keterampilan motorik halus pada anak usia dini di kelompok A KB/TK Muslimat NU 78 Sambiroto Kabupaten Sidoarjo umumnya belum menunjukkan perkembangan yang optimal. Keadan ini diketahui berdasarkan hasil observasi awal, di mana peserta didik tampak mengalami kesulitan ketika diminta untuk menciptakan karya secara mandiri. Pada observasi menunjukkan masih rendahnya kemampuan motorik halus anak yang berkaitan dengan metode pembelajaran yang masih kurang dalam stimulasi pada aspek sensorimotor. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang bersifat interaktif dan mampu mengaktifkan fungsi motorik halus secara maksimal. Salah satu bentuk aktivitas yang dianggap efektif dalam merangsang perkembangan motorik halus adalah penggunaan bahan plastis seperti playdough dalam kegiatan bermain terstruktur. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan aktivitas bermain menggunakan playdough upaya dalam meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak kelompok A di lembaga tersebut. Penelitian ini menggunakan Penelitian tindakan kelas (PTK). Delapan anak yang menjadi subjek dalam penelitian ini, terdiri dari empat ank perempun dan enam anak laki-laki. Dari hasil terlihat perubahan besar pada cara anak-anak menggerakkan jari dan tangan mreka, jauh lebih terkoordinasi dan cekatan. Perkembangan dimulai dengan tahap "mulai berkembang", kemudian meningkat ke tingkat "berkembang sesuai harapan" (BSH), hingga mencapai kategori "berkembang sangat baik" (BSB) pada pertemuan akhir. Temuan ini mengindikasikan bahwa kegiatan bermain yang memanfaatkan material taktil seperti playdough secara efektif mampu mendukung pertumbuhan keterampilan motorik anak.
Copyrights © 2025