Pengambilan sampel tanah dilakukan di lima titik menggunakan metode channel sampling. Analisis kandungan logam berat dilakukan dengan menggunakan uji X-Ray Fluorescence (XRF), sementara pengamatan terhadap parameter kualitas tanah (pH, ORP, EC, dan TDS) dilakukan melalui uji kinetik selama ±30 hari. Data tambahan diperoleh melalui studi pustaka dan analisis peta geologi regional. Hasil : Hasil uji XRF menunjukkan dominasi senyawa Al₂O₃ (aluminium oksida), SiO₂ (silikon dioksida), dan Fe₂O₃ (ferri oksida) dengan konsentrasi tinggi. Tidak ditemukan kandungan senyawa sulfida yang berpotensi menghasilkan AAT. Uji kinetik menunjukkan bahwa nilai pH berada dalam kisaran netral (6,29–7,03), dan seluruh parameter lainnya berada dalam ambang batas aman sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 82 Tahun 2001. Kesimpulan : Tanah penutup di area eks tambang tembaga Tonra tidak menunjukkan indikasi pembentukan AAT. Hal ini dibuktikan oleh tidak ditemukannya mineral sulfida dan hasil uji kinetik yang menunjukkan kondisi kimia tanah yang stabil dan netral. Temuan ini menjadi dasar penting untuk pengelolaan lingkungan pasca tambang dan memberikan rekomendasi untuk penelitian lanjutan yang lebih mendalam melalui uji mineralogi dan uji statik.
Copyrights © 2025