Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi politik yang dijalankan oleh Antonius Wara, Kepala Desa terpilih pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2022 di Desa Wologai, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang fenomena politik yang berlangsung. Terdapat tujuh informan dalam penelitian ini, yang meliputi kepala desa terpilih, anggota tim pemenangan, dan perwakilan masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur dan dokumentasi terkait aktivitas kampanye Antonius Wara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Antonius Wara menggunakan strategi politik dengan pendekatan programatik populis dan pemanfaatan modal simbolik sebagai putra mosalaki (tuan tanah). Pendekatan programatik populis diterapkan melalui janji-janji perbaikan ekonomi dan pelayanan publik yang dijanjikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Desa Wologai, seperti bantuan usaha ternak dan perubahan sistem pelayanan desa. Selain itu, pemanfaatan modal simbolik sebagai putra mosalaki memperkuat dukungan masyarakat, terutama kalangan penggarap lahan, melalui ikatan patronase yang terbentuk secara kultural dan emosional. Strategi patronase ini efektif dalam meraih suara, namun juga memiliki potensi dampak negatif terhadap demokrasi lokal, seperti meningkatnya praktik klientelisme yang dapat menurunkan objektivitas pemilih. Temuan ini memperlihatkan bahwa meskipun strategi politik berbasis simbolik dan programatik populis dapat menggalang dukungan, dominasi kuasa simbolik berisiko menggerus esensi demokrasi yang berbasis rasionalitas dan profesionalisme dalam kepemimpinan desa.
Copyrights © 2025