Penelitian ini mengungkap urgensi peran strategis manajemen kesiswaan dalam mendukung kesehatan mental pelajar di lingkungan sekolah menengah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keterlibatan manajemen kesiswaan dalam menciptakan kultur sekolah yang sehat secara psikologis serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan mental siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus yang dilakukan di MTs Islamiyah Bumi Agung, Lempuing, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam dengan kepala sekolah, wakasek kesiswaan, guru BK, dan siswa; observasi partisipatif; dokumentasi kebijakan; serta analisis rekaman audio. Data dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman melalui tiga tahapan: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru BK masih terbatas secara struktural dan fungsional, pelatihan untuk wakasek kesiswaan terkait isu kesehatan mental belum tersedia, dan kultur sekolah sangat menentukan kondisi mental siswa. Program seperti “Teman Curhat”, “Sahabat Inklusi”, dan keterlibatan siswa dalam pengambilan keputusan terbukti memperkuat ketahanan psikologis pelajar. Dengan demikian, dibutuhkan integrasi menyeluruh antara manajemen kesiswaan dan layanan psikososial sekolah untuk menciptakan lingkungan yang sehat secara mental dan mendukung perkembangan siswa secara holistik.
Copyrights © 2025