Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena doodling atau mencoret-coret yang sangat umum dilakukan oleh pelajar selama proses belajar, namun sering dianggap sebagai gangguan oleh institusi pendidikan formal. Tujuan penelitian adalah untuk memahami peran doodling dalam pengembangan kreativitas siswa, hambatan yang dihadapi, serta bagaimana apresiasi sosial dan kebijakan sekolah memengaruhi ekspresi kreatif tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui survei dan wawancara terhadap pelajar dan guru seni rupa. Temuan utama menunjukkan bahwa doodling merupakan ekspresi kreatif yang penting dan berkontribusi pada motivasi serta identitas kreatif siswa, namun seringkali bertentangan dengan norma dan kebijakan sekolah yang konservatif. Selain itu, kekurangan guru seni yang kompeten menjadi hambatan signifikan dalam pengembangan bakat visual siswa. Penelitian ini merekomendasikan integrasi kreativitas visual dalam kurikulum, pelatihan guru seni yang lebih intensif, serta pendekatan yang menghargai budaya lokal dan komunitas belajar yang mendukung kreativitas. Kesimpulannya, mendukung ekspresi kreatif seperti doodling sangat penting untuk mengembangkan potensi siswa dan mempersiapkan mereka menghadapi industri kreatif masa depan. Kata Kunci : Doodling, Kreativitas Siswa, Apresiasi Sosial, Etnopedagogi.
Copyrights © 2025