Perubahan iklim telah memberikan dampak signifikan terhadap masyarakat pesisir, terutama perempuan yang menghadapi kerentanan berlapis akibat ketimpangan gender dan keterbatasan akses terhadap sumber daya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi-strategi yang dikembangkan perempuan pesisir dalam membangun resiliensi menghadapi perubahan iklim, mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi kapasitas resiliensi, serta merumuskan rekomendasi kebijakan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis dokumen dan data sekunder, penelitian ini mengungkap bahwa perempuan pesisir telah mengembangkan beragam strategi resiliensi yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Strategi tersebut meliputi diversifikasi mata pencaharian, pengembangan jaringan sosial, rehabilitasi ekosistem, dan pemanfaatan pengetahuan lokal. Modal sosial, akses informasi, kepemimpinan perempuan, dan dukungan kebijakan menjadi faktor pendukung utama, sementara keterbatasan akses sumber daya dan hambatan struktural-budaya menjadi tantangan signifikan. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model penguatan resiliensi yang komprehensif dan terintegrasi, dengan mempertimbangkan kompleksitas kerentanan dan keragaman konteks lokal.
Copyrights © 2025