Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap persepsi guru terhadap pelaksanaan pendidikan inklusi di sekolah dasar di Kabupaten Padang Pariaman. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar guru memiliki pemahaman yang cukup terhadap konsep dasar pendidikan inklusi, terutama dalam hal prinsip kesetaraan, nondiskriminasi, dan penerimaan terhadap keragaman siswa. Namun, pemahaman mereka masih terbatas pada aspek filosofis dan belum menjangkau dimensi teknis seperti adaptasi kurikulum, strategi pembelajaran diferensial, asesmen alternatif, dan manajemen kelas inklusif. Guru mengakui adanya dampak positif pendidikan inklusi seperti meningkatnya toleransi dan terpenuhinya hak belajar siswa berkebutuhan khusus, tetapi juga mengungkapkan tantangan signifikan seperti risiko bullying, peningkatan beban kerja, serta keterbatasan sumber daya dan pelatihan. Hasil observasi menunjukkan kelelahan fisik dan emosional guru dalam mengelola kelas inklusi, yang diperburuk oleh tuntutan administrasi dan kurangnya dukungan sistemik. Temuan ini menunjukkan pentingnya penguatan kompetensi guru, peningkatan fasilitas, dan kebijakan pendidikan yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan lapangan untuk mewujudkan pendidikan inklusi yang efektif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025