Pendidikan inklusi merupakan pendekatan strategis dalam penyelenggaraan pendidikan yang bertujuan memberikan akses yang adil dan setara bagi semua peserta didik, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Dalam praktiknya, implementasi pendidikan inklusi di tingkat sekolah dasar seringkali menghadapi hambatan struktural maupun kultural yang memengaruhi efektivitas interaksi sosial antar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara empiris dinamika interaksi sosial antara anak berkebutuhan khusus dan teman sebaya di SDN 013 Rumbai, Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kebijakan inklusi telah diterapkan, interaksi sosial antar siswa masih bersifat terbatas dan cenderung formal. Faktor-faktor seperti kurangnya pemahaman terhadap keberagaman, keterbatasan strategi pembelajaran yang responsif, serta minimnya pelatihan guru menjadi kendala utama dalam membangun lingkungan inklusif yang bermakna. Temuan ini menggaris bawahi pentingnya penguatan kapasitas pendidik, pengembangan kurikulum adaptif, dan pendekatan kolaboratif untuk mewujudkan pendidikan inklusi yang efektif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025