Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembiasaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) terhadap minat baca siswa kelas V di SD Negeri 14 Pekanbaru. Gerakan Literasi Sekolah merupakan program nasional yang dirancang untuk menumbuhkan budaya membaca melalui berbagai kegiatan, seperti membaca 15 menit sebelum pembelajaran, penyediaan pojok baca, dan publikasi karya siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis ex post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V yang berjumlah 70 orang, dan teknik yang digunakan adalah total sampling. Instrumen penelitian berupa angket tertutup menggunakan skala Likert, yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 25 melalui uji statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor GLS adalah 75,07 dan minat baca siswa sebesar 82,96, yang keduanya tergolong tinggi. Uji regresi menunjukkan bahwa pembiasaan GLS berpengaruh signifikan terhadap minat baca siswa, dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,796, artinya 79,6% variasi minat baca dipengaruhi oleh GLS. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 11,037 + 0,958X. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan pelaksanaan GLS berdampak langsung dan positif terhadap peningkatan minat baca siswa. Temuan ini memperkuat pentingnya pelaksanaan literasi sekolah secara konsisten sebagai strategi efektif dalam membangun budaya membaca di tingkat sekolah dasar
Copyrights © 2025