Salah satu pilar dasar sistem pendidikan di Indonesia adalah pendidikan dasar yang dirancang untuk membentuk kualitas sumber daya manusia di masa depan. Kategori pendidikan dasar di Indonesia meliputi jenjang Sekolah Dasar (SD) dan yang setara, serta Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan jenjang yang setara. Kabupaten Magelang merupakan wilayah di Jawa Tengah yang memiliki perbedaan dalam ekosistem pendidikan dapat menunjukkan adanya kesenjangan dalam penyelenggaraan pendidikan dasar. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kondisi atau kualitas pendidikan dasar di Kabupaten Magelang berdasarkan elemen ekosistem pendidikan yaitu sekolah, guru, dan murid. Metodologi yang digunakan terdiri dari algoritma K-Means, pendekatan Elbow, dan pengukuran menggunakan Davies-Bouldin Index (DBI). Klasterisasi dilakukan dengan algoritma K-Means, jumlah klaster terbaik ditentukan melalui metode Elbow, dan keakuratan klaster divalidasi menggunakan Davies-Bouldin Index (DBI). Data yang digunakan merupakan data publik yang dapat diakses melalui https://jateng.bps.go.id/id. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa beberapa sekolah tingkat pendidikan dasar di Kabupaten Magelang dapat digolongkan ke dalam 3 klaster untuk setiap sekolah, yang terbagi ke dalam klaster tingkat tinggi, menengah, dan rendah. Pada klaster tinggi, sedang dan rendah untuk SD terdapat 3 kacamatan, 12 kecamatan dan 6 kecamatan. Sedangkan untuk MI terdapat 4 kecamatan, 9 kecamatan, dan 8 kecamatan. Kategori tinggi, sedang dan rendah untuk SMP adalah 3 kacamatan, 11 kecamatan dan 7 kecamatan, dan klaster tinggi, sedang dan rendah untuk MTs adalah 3 kacamatan, 8 kecamatan dan 10 kecamatan.
Copyrights © 2025