Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Pondok Pesantren Nurul Islam Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang dalam upaya deradikalisasi dan pembangunan resiliensi multikultural di tengah konflik sosial. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif-interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren secara efektif menginternalisasi nilai-nilai moderasi beragama, toleransi, dan kerukunan melalui kurikulum terpadu, kegiatan interaksi lintas budaya, serta penekanan pada literasi digital kritis. Santri dibekali pemahaman agama yang komprehensif dan keterampilan sosial untuk berinteraksi dalam masyarakat majemuk, menumbuhkan rasa cinta perdamaian. Kebaruan penelitian ini terletak pada identifikasi model deradikalisasi berbasis pesantren yang inklusif dan kontekstual, menawarkan strategi adaptif dalam penanggulangan radikalisme.
Copyrights © 2025