Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dan gejala dismenore pada mahasiswi angkatan 2022 Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara. Dengan menggunakan desain penelitian cross-sectional, data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah divalidasi pada 45 responden. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Chi-Square untuk menentukan apakah terdapat hubungan antara tingkat stres dan kejadian dismenore. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan dismenore (p-value = 0,477). Mayoritas responden berada dalam kategori tidak stres atau stres ringan, dan distribusi data menunjukkan bahwa tingkat stres tidak memiliki keterkaitan langsung dengan kejadian dismenore. Meskipun demikian, pola yang terlihat mengindikasikan bahwa mahasiswi dengan stres lebih tinggi cenderung mengalami dismenore yang lebih berat. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor lain seperti keseimbangan hormonal, pola makan, pola tidur, dan aktivitas fisik kemungkinan lebih berpengaruh terhadap kejadian dismenore dibandingkan stres itu sendiri. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel lebih besar dan pendekatan multivariabel untuk memahami faktor-faktor yang berperan dalam kejadian dismenore.
Copyrights © 2025